Berita

nazaruddin/ist

Tersandera, Alasan Nazaruddin Ogah Bicara Banyak kepada Penyidik KPK

RABU, 17 AGUSTUS 2011 | 22:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. M Nazaruddin berhasil dibawa kembali ke tanah air empat hari lalu. Meski begitu, anak dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni sampai saat ini belum diketahui di mana rimbanya. Siapakah yang tahu posisi Neneng dan anak Nazaruddin? Apakah Nazaruddin tahu?

Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya menduga Nazaruddin tahu soal keberadaan istri dan anaknya saat ini. Namun karena 'ancaman' Nazaruddin enggan mempublishnya dan memilih tutup mulut.

"Sangat mungkin Nazaruddin tahu. Nazaruddin juga tahu apa akibat yang akan diterimanya di hadapan para penyidik kalau dia mengungkapnya," kata Mustofa saat diwawancara TV One beberapa waktu lalu (Rabu, 17/8).


Ketidakjelasan nasib Neneng dan anaknya, padahal sebelumnya disebut kabur bersama Nazaruddin ke Kolombia, kata Mustofa, menjadi semacam bergaining terhadap Nazaruddin.

"Di situlah terjadi deal-deal yang dilakukan oleh tim yang menjemput. Kondisi keluarganya tersandera. Bukti lainnya (terjadi deal-deal), tidak boleh ditemani pengacara saat terbang dari Kolombia,"

Dalam konteks sandera menyandera itulah, terang Mustofa, niat Nazaruddin tidak akan berbicara banyak kepada penyidik KPK pada pemeriksaan yang akan dilakukan besok (Kamis, 18/8) wajar adanya.

"Kondisinya, pengakuan Nazaruddin rentan terdistorsi, artinya bisa dinegosiasikan. Jadi wajar saja besok dia tidak akan mengatakan apa-apa," demikian Mustofa.

Sebelumnya diberitakan, siang tadi, usai menemui Nazaruddin di rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, OC Kaligis mengatakan jika kliennya menitipkan dua pesan; kepada Presiden SBY dan terkait pemeriksaan besok. Untuk SBY, Nazaruddin menyampaikan pesan biarkan dirinya saja yang diperiksa dan dihukum dan tidak akan membawa-bawa lagi partai Demokrat dalam kasus yang menjeratnya.

Pesan yang satunya, Nazaruddin mengatakan tidak akan banyak bicara kepada penyidik KPK pada pemeriksaan besok. Dia hanya akan mengatakan satu hal saja untuk kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP)-nya: masukan saja dirinya dalam penjara asal istrinya, Neneng Sriwahyuni, tidak diapa-apakan. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya