Berita

SBY/IST

PIDATO SBY

Matikan TV Bagian dari Langkah Menjalankan Program SBY

SENIN, 15 AGUSTUS 2011 | 20:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Koordinator Petisi 28, Haris Rusli Moti, menyambut langkah Gerakan Hemat Energi Indonesia yang menyerukan untuk mengabaikan pidato kenegaraan Presiden SBY di parlemen besok. Kata Haris, gerakan tersebut sangat beralasan.

Seperti diketahui, pengguna layanan BlackBerry Massanger, disuguhi seruan agar tidak menyimak pidato SBY tersebut. Adalah Koalisi Rakyat Males Dibohongi SBY yang menyebar pesan. Siapa, pihak mana saja yang termasuk koalisi Rakyat Males Dibohongi SBY tidak jelas. Tapi pesannya sangat jelas, ajakan untuk tidak menyimak pidato Presiden SBY besok. Dalam seruannya, masyarakat diajak untuk mematikan televisi saat SBY menyampaikan pidato sebagai bagian untuk menghemat energi.

"Seruan itu sangat kreatif. Saya kira kita menyambut saja kreatifitas tersebut," kata Haris kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 15/8).


Bagi Haris, gerakan tersebut sangat wajar dan benar adanya. Langkah 'memboikot pidato SBY', harus didukung dan masyarakat harus turut serta. Sebab, katanya, hal tersebut sebagai bagian untuk mensukseskan program yang selama ini dikampanyekan SBY; Hemat Energi.

"Selama ini SBY kampanyekan program hemat energi. Mematikan televisi selama dua jam, selama SBY berpidato besok bagian dari menjalankan program SBY. Kita bantu SBY karena selama ini dia kesulitan mengatasi kelangkaan energi," katanya.

Di lain sisi, Haris membandingkan, apa yang disampaikan SBY selama ini tidak pernah ada buktinya. Rakyat hanya dibohongi.

"Sudah capek dibohongi SBY. Mari kita dukung (mematika televisi besok)," cetus Haris. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya