Berita

anas/ist

Pemeriksaan Anas Tidak Masalah, Masalah Besarnya Siapa Aktor Dibelakang Nazaruddin

SELASA, 02 AGUSTUS 2011 | 19:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemeriksaan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum terkait laporannya, pencemaran nama baik oleh M Nazaruddin, di Polres Blitar beberapa waktu lalu tidaklah jadi masalah dan karenanya tidak perlu dibesar-besarkan.

"Karena lapornya ke Mabes maka di kantor polisi manapun proses pemeriksaan bisa di lakukan," ujar Ketua Monitoring Politik dan Hukum Indonesia, Gandi Parapat dalam pesannya yang diterima redaksi (Selasa, 2/8).

Apalagi, kata Gandi lagi, tidak ada kejanggalan dalam pemeriksaannya. Polisi tidak mengarah-arahkan saat memeriksa Anas. Yakinlah, sambung Gandi, pemeriksaan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Sebaliknya, menurut Gandi, hal yang perlu diwaspdai adalah siapa aktor di belakang Nazaruddin yang sangat berambisi menggembosi nama baik Anas Urbaningrum sebagai orang nomor satu di Demokrat.

"Kalau mau selesai Nazaruddin harusnya menyelesaikannya secara jatan. Tidak perlu membuat isu lewat media," tutur Gandi.

Gandi menyarankan, sebagai presiden dan ketua Dewan Pembina Demokrat, SBY jangan larut dengan isu yang ditebarkan oleh Nazaruddin sebagai buronan interpol.

"Jangan karena kepentingan orang tertentu dibalik masalah ini akhirnya ada pembenaran tentang isu-isu yang disampaikan Nazaruddin. Saya sangat meyakini ini adalah upaya penggembosan terhadap partai Demokrat dan Anas sebagai ketua, apalagi Nazaruddin sudah diberhentikan dari Demokrat dan DPR," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya