Berita

nazaruddin/ist

Perlu, Pansus Nazaruddingate dan Penonaktifan Anas

KAMIS, 28 JULI 2011 | 23:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menyidik kasus Nazaruddin secara total. Termasuk nama-nama petinggi Partai Demokrat yang disebutkan oleh mantan bendahara umum Demokrat M Nazzarudin seperti Anas,  Urbaningrum, Angelina Sondakh, Mirwan Amir dan Andi Alfian Mallarangeng.

Terkait hal ini, dikatakan Direktur Eksekutif  Kaum Muda Demokrat Sejati, Herbert Sitorus, DPR  harus berinisiatif membentuk Pansus Nazaruddingate. Pansus perlu dibentuk untuk mengungkap kebenaran atas pernyataan Nazaruddin selama ini.

"DPR sebagai lembaga yang mewakili aspirasi rakyat seharusnya menunjukkan sikap yang tegas untuk bertindak membentuk pansus," kata Herbert dalam rilis yang diterima Redaksi (Kamis, 28/7).


Menurutnya, walaupun tanpa dorongan masyarakat, DPR harus membentuk Pansus tersebut, selain karena kasus tersebut berkaitan dengan APBN, juga karena beberapa nama yang disebut terlibat adalah anggota dewan. Dengan begitu, kata Herbert, Pansus akan bisa membuat terang tudingan tersebut dan secara langsung membersihkan lembaganya sendiri.  "DPR harus berjuang untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap lembaga tersebut," ujarnya.

Herbert menambahkan, Partai Demokrat diharapkan bisa bersikap yang lapang serta dengan cerdas dan berbudi pekerti luhur dengan seceptnya menonaktifkan Anas Urbaningrum sebagai ketua Umum Demokrat. Hal ini penting, masih menurutnya, untuk memudahkan dan menghindarkan kesungkanan dari penyidik KPK, Kejagung dan Polri yang sedang memeriksa dugaan penyelewengan proyek-proyek tersebut.

"Partai Demokrat harus secepatnya menonaktifkan Anas Urbaningrum Sebagai Ketua Umum. Karena ini menyangkut citra partai," kata Herbert tegas. [dem]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya