Berita

ilustrasi Lemuria

KATASTROPIK PURBA

Kantor Andi Arief Temukan Missing Link Peradaban Indonesia

RABU, 27 JULI 2011 | 21:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tim studi bencana katastropik purba yang diinisiasi kantor Stafsus Presiden dan sejumlah ahli gempa, ahli tsunami, dan ahli geologi  merekomendasikan beberapa hasil temuan penelitian mereka untuk menjadi cagar budaya.

Menurut Wisnu Agung Prasetya, salah satu anggota tim, dirinya bersama tim telah bekerja sepuluh bulan lebih untuk mencari dan meneliti fakta dan data bencana di abad modern dan jaman purba yang katastropik, yang dampaknya menghilangkan peradaban.

"Yang mengagetkan bagi tim adalah, dalam lokasi-lokasi riset kami, dengan pendekatan trenching, coral, uji radar, geolistrik dan sebagainya ditemukan  peradaban silam, seperti seni bangunan yang secara usia mencengangkan," ungkap Wisnu tidak mau menyebut lokasi yang dimaksud.


Ia mencontohkan bencana di Aceh tahun 2004. Menurutnya, gempa berkekuatan besar itu melahirkan megatsunami yang menghancurkan sebagian peradaban di Aceh.

"Di Aceh ada desa Ie Beuna yang artinya ombak besar bergulung-gulung. Yang artinya lagi pernah ada tsunami di Aceh di waktu- waktu sebelumnya. Logis jika ada peradaban dan pengetahuan yang terpendam," ungkapnya lagi sambil menekankan bahwa tim bekerja untuk mendukung kebutuhan pokok mitigasi kebencanaan.

"Pembuatan zonasi gempa berdasarkan zonasi sumber gempa dan fungsi atenuasi yang disempurnakan, juga penelitian tentang kekuatan, daktilitas, perkuatan dan perbaikan struktur bangunan terhadap pembebanan seismik, pengembangan metode prediksi gempa dengan metode tertentu," ungkapnya.

Dan yang terpenting, lanjutnya, riset tersebut adalah uji materi, bahkan memasukan case yang sama sekali baru untuk pembuatan katalog tsunami dan pemetaan potensi gempa pembangkit tsunami, yang terjadi dalam waktu-waktu yang lampau.

"Ada missing link yang harus dijembatani, dari berbagai periode sejarah ini. Pendekatan geologis, arkeologis, antropologis, dan penelitian yang komprehensif mesti diambil alih oleh negara dan dapat dicagarkan, terutama seni bangunan dan pengetahuan yang tersimpan. Harapannya menjadi pusat penelitian masyarakat, wisata kebudayaan nantinya, dan kebanggaan nasional," jelasnya kembali.

Disinggung tentang dimana lokasi lokasi yang dimaksud, Wisnu enggan mengungkapkan, hanya katanya, lokasi tersebut berada di kawasan Priangan, bisa terus juga sampai selatan Banten dan Jampang Surade. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya