ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Ada satu kata yang bisa menggambarkan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjawab semua tudingan mengenai praktik korupsi dan suap yang melibatkan sejumlah pentinggi Partai Demokrat, Senin malam ini (11/7): cemen.
Demikian disampaikan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 11/7).
“Sangat disayangkan pidato SBY cenderung membela diri. Ini bukti dia tidak bisa mengatur Indonesia,†ujarnya.
Agar tidak menjadi fitnah, menurut hemat Twedy, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, SBY harus berani membongkar tuntas berbagai kasus hukum apalagi yang melibatkan partai pemerintah yang didirikannya.
Menurut Twedy, sikap SBY dalam menyelesaikan kisruh di tubuh Partai Demokrat cukup mengkhawatirkan. Karena dari pernyataannya yang tidak berbobot itu, masyarakat jadi bertanya-tanya apakah SBY sanggung membenahi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
“Kalau kisruh Partai Demokrat saja tidak bisa dia selesaikan, bagaimana mungkin SBY bisa menyelesaikan persoalan bangsa dan negara. Kalau tidak ada perubahan, SBY betul-betul di ujung tanduk,†demikian Twedy. [dem]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23