Berita

sby/ist

SBY Sudah Tidak Bisa Kendalikan Diri Sendiri!

SENIN, 11 JULI 2011 | 23:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pidato SBY di Cikeas, Bogor, beberapa saat lalu, jadi bukti kalau saat ini presiden ke 6 itu sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri. SBY tidak bisa membedakan mana urusan remeh-temeh dan mana urusan yang perlu disikapinya.

"Omongannya ngaco. Mestinya disampaikan orang lain, misalnya Anas atau yang lainnya. Apa yang disampaikan hanya menunjukkan kemarahan-kemarahnya saja. SBY terlalu memaksakan diri untuk berbicara," ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin malam, 11/7).

Menurut Adhie, bukan kapasitas SBY untuk menyampaikan hal yang ecek-ecek soal Nazaruddin. Apalagi itu disampaikannya dengan menggunakan fasilitas negara. "Cikeas selama ini sering digunakan untuk mensikapi masalah-masalah kenegaraan. Harusnya SBY menggunakan kantor DPP Demokrat saja. Disana ada Paspampres, lalu acaranya menggunakan protokoler negara. Wartawan yang meliputnya pun wartawan Istana," sambung Adhie.


Hilang kendali yang terjadi pada SBY ini, kata Jurubicara Presiden Gus Dur ini, menyempurnakan kemerosotan SBY. Sebelumnya, SBY sudah tidak bisa mengendalikan pemerintahan yang dipimpinnya, lalu tidak bisa mengendalikan Demokrat, partai yang didirikannya, dan tidak bisa mengendalikan tingkat citranya.

"Buktinya, 50 persen kementeri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II kinerjanya jeblok. Citra SBY, berdasarkan beberapa survei, turun drastis. Bahkan lembaga survei luar negeri menyebut citra SBY saat ini tidak lebih dari 20 persen saja," demikian Adhie. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya