Berita

ilustrasi/ist

SBY Sindir Media Massa yang Kutip BlackBerry Nazaruddin

SENIN, 11 JULI 2011 | 21:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhyono akhirnya mengomentari pesan BlackBerry Muhammad Nazaruddin yang beberapa pekan meramaikan pemberitaan dan dunia politik di tanah air.

Tanggapan SBY disampaikan di kediamannya di Cikeas, Cibubur, Jawa Barat, Senin malam (11/7). Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlihat berdiri di belakang SBY.

"Banyak pemberiataan media massa, termasuk media massa yang selama ini memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik, terus memojokan Partai Demokrat dengan hanya bersumber dari SMS (short message service) ataupun BBM (BlackBerry messages)," ujar SBY yang terlihat sedikit tegang.

"Saya tidak pernah paham, (tidak masuk) akal dan logika saya (ada) berita yang hanya berasal dari SMS dan BBM,  justru dijadikan judul besar dan headline yang mencolok," sambungnya.

Mestinya, menurut SBY, media massa paham dan menggunakan SMS maupun BBM karena sangat sulit untuk dipastikan kebenarannya. Saat ini Nazaruddin yang katanya mengirimkan pesan pendek itu dalam status buronan. Dengan demikian, pesan pendek itu sulit untuk bisa dikonfirmasi kebenarannya. Belum lagi, pesan pendek tersebut pun dijadikan alat untuk menghakimi Partai Demokrat.

"Dengan segala kerendahan hati, (saya kira) prilaku politik seperti ini sungguh tidak mencerdasakan bangsa yang menjadi tujuan demokrasi yang bermartabat," tambah SBY. [dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya