Berita

Angelina Sondakh

Wawancara

WAWANCARA

Angelina Sondakh: Nazaruddin Itu Sahabat Saya, Tidak Akan Dilaporkan ke Polisi

MINGGU, 10 JULI 2011 | 01:50 WIB

RMOL.Wakil Sekjen Partai Demokrat, Angelina Sondakh menyangkal semua tudingan yang dilontarkan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang menyebutkan dirinya terlibat dalam kasus dugaan suap Sesmenpora.

“Pak Nazaruddin itu adalah sa­habat saya, baik di Partai Demo­krat maupun di DPR. Tapi semua yang dituduhkannya ke­pada saya, tidak ada yang benar,” ungkap Angelina Sondakh.

Sebelumnya diberitakan, nama Angelina Sondakh ikut terseret- dalam kasus dugaan suap Ses­men­pora. Ini berdasarkan penga­kuan Nazaruddin melalui BBM bahwa ada tiga anggota DPR  yang diduga terlibat kasus itu, yaitu Angelina Sondakh, Wayan Koster, dan Mirwan Amir.

Angelina Sondakh selanjutnya mengatakan, lebih baik Naza­ruddin pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan kasusnya di depan lembaga hukum.

Selain itu, lanjut  anggota Komisi X DPR tersebut, tudingan yang selama ini disampaikan oleh Nazaruddin sebaiknya dibawa ke KPK untuk membuktikan dan mempertanggungjawabkan se­mua yang dikatakannya itu.

“Semua yang di­ka­takan Na­za­ruddin tidak be­­nar. Makanya le­bih baik di­bawa ke KPK untuk membukti­kan dan mempertang­gungja­wabkan semua yang di­kata­kannya,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kasus ini semakin melebar, bagai­mana tang­ga­pan Anda?

Makanya kami terus mendu­kung upaya agar Naza­ruddin segera pulang ke tanah air untuk men­jelaskan se­muanya ke KPK, se­hingga tidak me­nim­bulkan fitnah dan tidak terus menerus melempar fitnah dari luar negeri. Untuk itu sebaiknya Nazaruddin segera pu­lang ke Indone­sia untuk menyelesaikan kasusnya secara hukum.

Bagaimana reaksi Anda ter­­hadap ada­­nya perte­muan di Ke­men­pora?

Pertemuan itu hanya sila­tu­rahmi antara kader Partai Demo­krat de­ngan Kemen­pora. Dan per­te­muan itu ha­nya silatu­rahmi antara eksekutif dan legislatif yang ada di Partai Demokrat. Hal itu wajib dilakukan oleh setiap kader partai.

Kenapa hanya kader Partai Demokrat saja yang bertemu dengan eksekutif?

Pertemuan itu adalah perte­muan antar kader Partai Demo­krat saja. Kami memang ditu­gas­kan mem­bangun komunikasi dengan eksekutif yang berasal dari Partai Demokrat.

Anda dikabarkan tiga kali ber­­­temu anggota Banggar mem­­bahas Sea Games ke XXVI?

Saya melakukan pertemuan hanya sekali, tidak ada pertemuan kedua dan ketiga. Pertemuan itu sifatnya sangat normatif dan pertemuan itu seperti yang pernah dilakukan dengan kementerian lain, seperti kementerian kebuda­yaan dan pariwisata.

Dalam per­te­­muan itu Na­za­ruddin datang?

Nazaruddin pun datang da­­lam perte­mu­an itu wa­lau­pun dia bu­­kan seba­gai ang­gota komisi X. Na­za­rud­din tidak han­ya anggota ko­misi III Tapi juga ma­suk da­lam struk­tur partai yaitu sebagai ben­­dahara umum. Saya tekan­kan, dalam pertemuan itu tidak mem­bahas ma­sa­lah pe­ker­jaan, apalagi ter­kait pem­bi­caraan soal Sea Ga­mes ataupun pro­gram kerja Ke­men­terian Pemuda dan Olahraga. Pertemuan itu hanya ma­kan-ma­kan dan ber­canda. Jadi dalam per­te­muan itu kami tidak mem­­bicarakan masalah pe­ker­jaan, apalagi sampai membi­carakan fee proyek, itu tidak benar.

Tapi nazaruddin bilang da­lam pertemuan itu ada pembi­ca­raan masalah fee proyek?

Kan sudah saya bilang tidak mem­bicarakan masalah itu. Na­zaruddin bicara seperti itu mung­kin karena posisi Mirwan sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran dan saya sebagai Ketua Pokja Angga­ran Komisi X.

Menurut Nazaruddin, Anda mengakui menerima uang da­lam kasus suap itu, bagai­mana sih sebenarnya?

Apa yang disampaikan Naza­ruddin itu tidak benar. Saya me­mahami kondisi psikologis dari Nazaruddin kenapa dia melon­tar­kan pernyataan seperti itu. Saya tegaskan sekali lagi, se­mua tu­duhan dan tudingan yang diutara­kan Nazaruddin itu tidak benar.

Apa Anda melaporkan Naza­ruddin kepada polisi seperti yang dilakukan Anas Urba­ning­­rum atas tuduhan pen­ce­maran nama baik?

Dalam hal ini saya tidak akan mela­por­kan Naza­rud­din kepada polisi atas tuduhan yang disam­paikan kepada saya. Sebab, saya memahami kondisi Naza­ruddin, sehingga mengeluarkan pernya­taan itu. Saya hanya mengharap­kan agar dia pulang ke Indonesia, sehingga semua  menjadi clear.

Kenapa Anda tidak melapor­kan?

Nazaruddin itu kan sahabat saya, jadi saya tidak akan mela­porkannya ke polisi. [rm]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya