Berita

SENGKETA KNPI

Ingin Perbaiki KNPI, OKP Nasional Gagas Komite Normalisasi

SENIN, 04 JULI 2011 | 21:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sengketa kepengurusan antara kepemimpinan Azis Syamsudin dengan Ahmad Dolly Kurnia di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) membuat sejumlah pengurus internal dan organisasi kepemudaan (OKP) yang bergabung di dalamnya gerah.

74 OKP dan 28 Dewan Pengurus Daerah KNPI OKP mengambil sikap. Mereka akan membentuk Komite Normalisasi menjelang Kongres KNPI Oktober 2011 mendatang.

"Kami akan segera mensosialisasikan progres tersebut kepada seluruh steak holder kepemudaan. Semua untuk kepentingan persatuan pemuda Indonesia. Bagaimana teknis dan tahapannya akan dibicarakan segera," ujar Ketua Pengurus Pusat GM FKPPI Devi Andita di kantor Kemenegpora, Jakarta (Senin, 4/7).


Komite normalisasi rencananya akan diisi oleh perwakilan OKP-OKP yang tergabung dalam wadah KNPI.

"Komite akan memberikan ruang kepada mereka berdua untuk menyampaikan pertanggungjawabannya dalam kongres yang akan datang sebagai bentuk penghormatan", sambungnya.

Terkait perselisihan antara Azis-Doli, yang sampai saat ini proses hukumnya masih mandek di tingkat banding, OKP-OKP ini meminta diabaikan saja, karena masih ada kepentingan para pemuda yang lebih besar, yang perlu diselamatkan. Ditegaskan Devi, KNPI ini bukan milik Aziz dan Dolly tapi milik stake holder yaitu OKP. "Kita abaikan proses hukum yang sedang berjalan itu," ujarnya.

Ketua Garuda KPPRI, Cupli Risman, dan Asops PPM, Bung Lingga menilai pembentukan komite normalisasi adalah upaya OKP untuk mencari solusi terhadap permasalahan kepemudaan sekarang ini, yang sudah lama berlarut-larut.

"Walaupun Garuda KPPRI tetap bersikukuh bahwa Azis Syamsudin yang sah sebagai Ketua Umum KNPI, dan mendapat dukungan mayoritas," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Yedidiah Suryosumarno, meminta Kemenegpora melarang penggunaan gedung KNPI. Kemenegpora diminta segera mengirimkan surat kepada Pemrov DKI Jakarta terkait penggunaan gedung KNPI yang berada di jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan tersebut agar tidak dignakan baik oleh KNPI versi Azis maupun versi Dolly. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya