Berita

sby/ist

SBY Terima Sepenuh Hati Popularitasnya Merosot

SENIN, 04 JULI 2011 | 21:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dapat memahami hasil survei yang menyatakan popularitas dirinya selaku presiden merosot tajam akibat munculnya kasus hukum yang melilit kadernya, M. Nazaruddin dan Andi Nurpati, maupun kader Demokrat lainnya.

"Popularitas seorang naik-turun. Presiden dimana pun dalam memimpin mengalami pasang dan surut. Perasaan rakyat peka ketika ada masalah, sekalipun belum tentu kesalahan Presiden. Saya paham, barangkali ada kader demokrat berbuat kesalahan pasti amarahnya kepada SBY. Ada pejabat yang salah, lalu menimpakannya kepada SBY. Itulah pemimpin, apapun dikaitkan atau dtumpahkan kepada pemimpin," aku SBY saat diwawancara Elshinta, (Senin petang, 4/7).

SBY mengaku bisa menerima hal tersebut. SBY mengaku tak terganggu dengan ulah kadernya, atau anak buahnya di eksekutif yang tidak dikehendaki rakyat, tapi kemudian ditimpakan kesalahannya kepadanya.


"Saya terima dengan sepenuh hati apapun resikonya. Saya tidak terganggu dengan itu semua. Saya akan terus bekerja untuk memperbaiki kinerja, agar kedepannya makin baik," tutupnya.[dem] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya