Berita

sby/ist

SBY Minta Pers Tak Hukum Dulu Koruptor

SENIN, 04 JULI 2011 | 20:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin dengan maraknya praktek korupsi yang dilakukan pejabat, baik eksektutif, legislatif maupun yudikatif yang masih saja terjadi.

"Saya prihatin dengan masih banyaknya praktek korupsi. Di eksekutif ada, di legislatif ada, di yudikatif ada. Di pusat ada, di daerah ada," kata SBY saat diwawancara Elshinta (Senin petang, 4/7).

Oleh karenanya, SBY mengajak semua pihak secara bersama-sama memberantas korupsi.


"Marilah kita bersama-sama memberantas korupsi. Negara terus merugi rakyat tidak dapat apa-apa kalau korupsi terus terjadi. Jangan terus mengembangkan budaya yang tidak baik. Kita berbenah diri untuk secara lebih serius memberantas korupsi ," katanya lagi.

SBY minta hukum ditegakkan, tentunya dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. SBY meminta publik, khususnya media tak menghukum duluan. Biarkan semua proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

"Pegang asas praduga tak bersalah. Teman-teman pers dalam memberitakan jaga akurasinya. Belum-belum sudah dihukum atau dinyatakan bersalah oleh pers. Yang menyatakan bersalah pengadilan, bukan presiden bukan pers. Bukan siapapun," tegasnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya