Berita

sby/ist

Jenderal Saurip Kadi Masih Jauh Panggang dari Api

SABTU, 02 JULI 2011 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ormas pendukung SBY, Benteng Kedaulatan (BK) menilai aneh pernyataan yang dilontarkan Mayjen (Purn) Saurip Kadi yang mengatakan bahwa SBY telah mempermalukan militer dan mendukung untuk mendorong revolusi kepemimpinan agar bisa menjatuhkan SBY di tengah jalan.

"Sangat aneh. Sebagai mantan petinggi TNI yang harusnya mengerti peta Republik dan karakter masyarakat sangat mudah terjebak dalam alur isu yang dangkal, yang tidak konstruktif," ujar Sekjen BK, Danial F Lolo (Sabtu malam, 2/7).

Dijelaskan Danial, penilaian gegabah dari Jenderal Saurip itu membuktikan kalau dia mengambil bacaan tidak berdasarkan pembacaan yang matang. Pembacaannya lebih dimotivasi oleh ambisi pribadinya. Karenanya, kata Danial, alangkah lebih baik Jenderal Saurip menapaki jalur politik resmi.


"Saran saya sih kalau memang merasa didukung dan punya dukungan politik main secara formal saja. Buat partai atau bergabung dengan salah satu partai, terus ikut bertarung di pemilu 2014 nanti. Bukan menata kesadaran politik rakyat dengan cara provokatif di media," katanya.

Alangkah baiknya lagi, kata Daniela menambah nasihatnya, Jenderal Saurip terus mendedikasikan diri untuk kebaikan bangsa. Karena toh selama ini, tambahnya, rakyat juga belum tentu mengenalnya.

"Saya tanya Ibu saya apa kenal Jenderal Saurip? Ibu saya jawab tidak. Malah Ibu saya balik bertanya, siapa dia? Ini fakta bahwa beliau seperti jauh api dari pangang," tandasnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya