Berita

suryadharma ali/ist

Ketum Syarikat Islam: Menag Perkeruh Perpecahan SI untuk Suksesi Ketum PPP

JUMAT, 01 JULI 2011 | 23:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menteri Agama Suryadharma Ali telah memperkeruh perpecahan di tubuh Syarikat Islam (SI) lantaran sudah menghadiri Mukernas SI di Bandung tanggal 29 Juni 2011 kemarin.

Demikian disampaikan Ketua Umum SI, Amrullah Ahmad dalan rilisnya yang diterima Redaksi, (Jumat malam, 1/7).

"Mukernas itu dilakukan oleh mereka yang makar terhadap organisasi Syarikat Islam," tegasnya.


Dijelaskan Amrullah, DPP SI telah memberitahukan secara tertulis lewat surat PP LT SI No. 11061501/LTSI39/U tanggal 15 Juni lalu agar Suryadarma Ali selaku Menteri Agama tidak menghadiri acara tersebut. Kehadirannya, ditulis dalam surat permintaan itu, akan memperkeruh dan memperlebar konflik dikalangan SI. Apalagi posisi beliau sebagai Ketua Umum PPP yang dalam waktu dekat akan melaksanakan Muktamar, maka kehadirannya akan sangat penuh dengan nuansa kepentingan politik.

"Sebagai Menteri Agama dan selaku Ketua Umum PPP, dia telah melakukan langkah tidak bijaksana dan jauh dari kesan kenegarawanan. Dia pemimpin ummat yang lemah, tidak memahami dan tidak konsisten terhadap masalah pokok persatuan dan kesatuan umat. Dia lebih memikirkan kepentingan pribadi untuk mempertahankan kekuasaan sebagai Ketua Umum PPP dengan memanfaatkan konflik di tubuh SI," tegasnya lagi.

Karenanya, SI prihatin jika Suryadarma Ali kembali memimpin PPP. Sebab sudah dapat dipastikan ummat Islam dan kaum SI pada khususnya akan semakin terpecah belah.

Kenapa Mukernas SI di Bandung makar?
[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya