ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Data kemiskinan dan pengentasan pengangguran yang dilansir Badan Pusat Statistik mendapatkan tanggapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beberapa fakta ekonomi yang ditemukan BPS tampak mengesampingkan fakta sosial kebutuhan masyarakat.
"Awal Maret 2011 kami merampungkan riset tentang kesejahteraan masyarakat yang kami identifikasi dalam dua kelompok besar, yaitu buruh dan petani. Hasilnya, mereka belum beranjak dari kondisi sebelumnya. Nah, di sektor mana BPS menemukan kemiskinan berkurang hingga 1 juta?" kata Ketua Badan Kominfo dan Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Sulthan Fatoni kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/7).
Menurut Sulthan, BPS juga perlu bijak dalam melansir data-data indikator risetnya agar substansi riset yang dibiayai negara benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Selasa, 07 April 2026 | 11:56
Senin, 06 April 2026 | 05:31
UPDATE
Kamis, 09 April 2026 | 06:16
Kamis, 09 April 2026 | 06:04
Kamis, 09 April 2026 | 05:36
Kamis, 09 April 2026 | 05:26
Kamis, 09 April 2026 | 05:10
Kamis, 09 April 2026 | 04:20
Kamis, 09 April 2026 | 04:16
Kamis, 09 April 2026 | 04:01
Kamis, 09 April 2026 | 03:30
Kamis, 09 April 2026 | 03:28