Berita

Pemalsu Surat MK Mafia MK, Bukan Andi Nurpati

SELASA, 28 JUNI 2011 | 21:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bekas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati mengaku tak kenal dengan Dewi Yasin Limpo, anggota DPR RI yang disebut-sebut terpilih lantaran surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya tidak kenal sama sekali. Sesudah jadi anggota DPR juga saya tidak kenal," ucap Andi saat berbicara di diksusi Jakarta Lawyers Club, (Selasa, 29/6).

Andi kembali mengemukakan posisinya dalam kasus dugaan pemalsuan yang pertama kali dilaporkan Ketua MK Mahfud MD kepada Mabes Polri Februari tahun lalu. Andi mengaku tak pernah menerima surat putusan MK yang memutus terpilihnya Dewi Jasin Limpo yang kemudian suratnya dinyatakan palsu tersebut. Saat diantarkan oleh staf MK di stasiun Jak TV kepada dirinya, dirinya menolak dan menyuruh menyerahkannya ke KPU.


"Waktu itu saya menolak, saya bilang serahkan saja  ke KPU. Tapi dia memberikan ke sopir saya dengan meminta diberikan kepada staf pimpinan KPU. Oleh staf saya lalu surat itu diserahkan ke saya. Tapi saya tidak tahu itu palsu atau tidak.

Sampai disini, Andi yang kini menjadi Ketua DPP Partai Demokrat menduga  justru persoalan pemalsuan terjadi di MK. Bukan diluar lembaga milik Mahfud MD itu, termasuk dirinya.
 
Perlu diketahui, Dewi Yasin Limpo sendiri mencalonkan DPR dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Sulsel. Awalnya, Caleg yang menang di Dapil tersebut berasal dari Golkar, namun kemudian digugat oleh partai Gerindra ke MK. Namun di MK, gugatannya kemudian memenangkan Dewi Jasin Limpo yang merupakan Caleg dari Partai Hanura. [dem]
 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya