Berita

Anak Muda Demokrat Desak KLB

RABU, 22 JUNI 2011 | 22:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kekecewaan terhadap kader-kader Partai Demokrat yang tersangkut masalah hukum membuat berang Komunitas Anak Muda Demokrat Sejati (KAUM Demokrat Sejati). Mereka mendesak agar segera dilakukan Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai langkah untuk menjaga keutuhan dan eksistensi partai.  

"Kami kecewa banyak individu Pengurus DPP  Partai Demokrat terlibat permasalahan seperti Jhonny Allen Marbun, Bendahara M Nazaruddin, Angelina Sondakh, Mirwan Amir dan Bertha Herawati, serta Sekretaris Dewan Pembina PD yang juga adalah Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi A. Mallarangeng, ini merupakan suatu tamparan yang sangat keras terhadap PD," kata Direktur Eksekutif KAUM Demokrat Sejati, Herbert Sitorus, di Jakarta (Rabu, 22/6).

Herbert melanjutkan, kasus ini berkembang sedemikian rupa di KPK yang berakibat pada makin negatifnya persepsi publik terhadap partai Demokrat. Belum lagi ada kasus lain yang menimpa kakak kandung Nazaruddin, M Nasir.


"Di lingkaran kasus itu pula keluarga dan orang dekat mereka sangat terang benderang keterlibatannya. Nasir juga bertemperamental sangat labil dan keras kepada warga di Riau di sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit miliknya bersama Muhamad Nazaruddin dan keluarga besarnya," akunya.

Belum lagi kasus dugaan pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstituisi (MK) terkait putusan sengketa Pemilu yang ditangani Mabes Polri atas laporan MK menyeret nama Andi Nurpati Ketua Divisi Komunikasi Publik turut melengkapi beban PD. Dalam kasus ini malah timbul persepsi bahwa MK berhadap-hadapan dengan PD. Tak lupa, ada juga kasus yang menimpa Max Sopacua Wakil Ketua Umum DPP Demokrat yang pada saat kasus pengadaan alat anti flu burung di Kementerian Kesehatan juga adalah Anggota Komisi IX.

"Yang sangat nyata adalah perlawanan halus yang dilakukan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum saat Dewan Pembina mengumumkan keputusan pemberian sanksi kepada Muhamad Nazaruddin. Sebagai seorang anggota Dewan Penasehat dia (Anas) berani tidak ikut mengumumkan permasalah yang pelik tersebut ke publik sementara, seperti kita tahu, ini adalah kali pertama yang terjadi pada partai. Mental model seperti ini tepatnya mempertontonkan perlawanan kepada struktur partai yang lebih tinggi," katanya.

"Kepada Dewan Pembina kami memohon, selamatkanlah partai dengan cara mendorong segenap pengurus, baik DPC maupun DPD untuk melakukan Kongres Luar Biasa (KLB). Ini agar Demokrat bisa diselamatkan," tutupnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya