Berita

ist

TKI DIPANCUNG

Bandingkan TKW dengan Sapi Australia, Habib Rizieq Langsung Istighfar

SELASA, 21 JUNI 2011 | 23:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Front Pembela Islam (FPI) mendesak pemerintah tidak lagi mengirim tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri. Kasus Ruyati, TKW asal Bekasi yang dihukum pancung di Arab Saudi beberapa hari lalu, menjadi deretan kelamnya nasib yang dialami para TKW.

"Sikap kami, sejak dulu hingga kini tidak berubah, stop pengiriman TKW ke luar negeri," Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dalam rilis yang diterima Redaksi, (Selasa malam, 21/6).

Penawarnya, kata Habib Rizieq, pemerintah wajib menciptakan lapangan kerja yang bagus lagi layak di dalam negeri. Agar rakyat tidak bisa mencari nafkah di negerinya sendiri.


Terlepas dari itu semua, Rizieq langsung memanjatkan doa ampunan kepada Allah Sang Pencipta (istighfar), mencermati kelakuan pemerintah SBY-Boediono yang tidak kapok-kapok mengirim TKW ke luar negeri padahal selalu diperlakukan tidak bermartabat. Beda dengan perlakuan pemerintah Australia dalam menghargai martabat seekor hewan.

"Ironis, Australia langsung menghentikan eksport sapinya ke Indonesia karena dipotong dengan cara kasar. Eh, Indonesia masih tetap ekspor TKW nya ke luar negeri, padahal sudah diperlakukan sangat kasar. Apa TKW Indonesia lebih rendah dari Sapi Australia ?! Dimana harga diri bangsa ini ?! Astaghfirullaah al Azhiim," pungkas Rizieq. [dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya