Berita

TKI DIPANCUNG

Kisah Ruyati Perpanjang Daftar Kegagalan Muhaimin dan Jumhur

SENIN, 20 JUNI 2011 | 23:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sulit bagi kita untuk menyembunyikan kesedihan dan keprihatinan atas eksekusi pancung terhadap Ruyati binti Satubi, TKW asal Bekasi di Arab Saudi. Apa yang dialami Ruyati menjadi bukti bahwa kinerja para steakholder yang mengurusi ketenagakerjaan patut untuk dipertanyakan.

Terkait hal itu, Ketua Harian DPP Jaringan Nusantara, Jakobus E Kurniawan, pun menyampaikan kegeramannya. Ia langsung beraksi keras atas ketidakbecusan Menakertrasans Muhaimin Iskandar dan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat dalam meminimalisir dan mencegah kasus Ruyati.

"Saya kira sejak awal Presiden SBY sudah menekankan pentingnya peran negara untuk melindungi warga negaranya yang sedang bekerja di luar negeri, itu adalah kewajiban mutlak," tegasnya kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 20/6).


Kasus Ruyati bukan kasus yang pertama. Ini menjadi kasus TKW kedua yang dihukum mati di Arab Saudi. Karenanya, ditegaskan fungsionaris DPP Partai Demokrat ini, kasus Ruyati ini juga menjadi bukti kegagalan kesekian kalinya bagi ketidakbecusan Muhaimin Iskandar dan Jumhur Hidayat dalam mengurusi dan menjamin nasib para pencari nafkah di negeri orang. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya