Berita

abdullah faqih/ist

PESAN DARI LANGITAN

Negara Nyaris Gagal, Ulama Tidak Boleh Cuma Jadi Penonton!

SABTU, 18 JUNI 2011 | 11:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Karut-marutnya Indonesia yang oleh berbagai kalangan ditengarai sudah sangat membahayakan, karena berpotensi membawa negeri ini menuju negara gagal, membuat KH Abdullah Faqih bersedih.

Kiai khos pengasuh Pondok Pesantren Langitan ini, sebagaimana diungkapkan Adhie M Massardi, yang menemui beliau di Langitan, Tuban, Jawa Timur, melihat apa yang terjadi sekarang sesungguhnya akibat negeri ini dikuasai kalangan elit saja, tanpa adanya kepemimpinan. Sehingga para penyelenggara pemerintahan menganggap negara dan seluruh kekayaannya yang sangat besar ini milik mereka.

"Situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Para ulama harus menyikapi keadaan ini secara tegas. Harus ada keberpihakan yang jelas kepada umat yang nasibnya semakin tidak menentu," tutur kiai sepuh yang di kalangan Nahdliyin akrab disapa Mbah Faqih ini.


Mbah Faqih merasakan keadaan sekarang seperti situasi awal 1998 yang juga mengalami krisis kepemimpinan.

"Tapi karena waktu itu masih muda, saya bisa undang teman-teman kumpul di Langitan sini untuk menyikapi keadaan dan keberpihakan kepada umat," kenang beliau.

Sejarah kemudian mencatat pertemuan itu sebagai Forum Kiai Langitan, yang memberikan dukungan moral yang besar bagi gerakan mahasiswa pada 1998.

"Tapi sekarang saya sudah tua dan sakit-sakitan. Terus siapa yang bisa menyikapi keadaan ini ya? Tidak bisa kita hanya jadi penonton," ungkap beliau gundah.

Kegundahan KH Abdullah Faqih tampaknya tak akan berlarut-larut. Sebab kiai-kiai muda di kawasan Jawa Tengah sudah menangkap "pesan dari langit" itu.

Menurut rencana, Sabtu (18/6) ini, "para Gus" ahli waris pesantren-pesantren besar di Jateng ini, akan menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Raudlatut Thaliben pimpinan KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Rembang, Jawa Tengah. Mereka akan membahas dan menyikapi kondisi negeri ini.[ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya