Berita

Michael Tene

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: Tidak Ada Catatan Nunun di Kamboja

RABU, 15 JUNI 2011 | 06:55 WIB

RMOL. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tidak terkait dengan Polri yang telah mengirimkan surat pengajuan red notice kepada Interpol melalui International Criminal Police Organization (ICPO) yang bermarkas di Lyon, Perancis.

“Tapi kami akan memfasilitasi dengan instansi di negara yang diduga menjadi tempat persem­bunyian tersangka kasus cek pela­­wat, Nunun Nurbaeti,’’ ujar Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Sekretaris Natio­nal Centre Beureau Interpol Ma­bes Polri, Kombes Malik Hasan menyatakan, Polri telah mengi­rim surat pengajuan red notice Nunun kepada Interpol melalui ICPO yang bermarkas di Lyon, Prancis.


“Red notice Nunun telah diki­rim kepada interpol pada 9 Juni lalu. Kini, sudah menyebar ke­pada 188 negara (anggota ICPO),” ujar Malik.

Nunun ditetapkan KPK seba­gai tersangka cek pelawat pe­mili­han Deputi Gubernur Se­nior (DGS) Bank Indonesia, Februari lalu, karena diduga ber­­­peran me­nye­barkan puluhan lembar cek pela­wat bernilai Rp 24 miliar ke­pada 25 anggota DPR periode 1999-2004 terkait pemilihan Mi­randa S Goeltom sebagai DGS BI.

Istri bekas Wakapolri Adang Daradjatun itu lama tinggal di Singapura. Berkali-kali dipanggil KPK, tapi selalu mangkir dengan alasan sakit ‘lupa’ berat.

Tene selanjutnya mengatakan, meski tidak berhubungan dengan penerbitan red notice, Kemenlu tetap menjalin komunikasi de­ngan institusi penegak hukum yang menangani kasus tersebut.        

“Informasi yang kami peroleh tentu langsung kami teruskan ke instansi yang berwenang, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa Kemenlu sudah memiliki informasi terbaru tentang ke­be­radaan Nunun?
 Kami belum mengetahui di negara mana kini Nunun berada. Kami belum mendapat informasi.

Informasinya Nunun berada di Kamboja?
Kemenlu memang mendapat informasi Nunun pernah ber­kun­jung ke Kamboja. Tapi, ti­dak ada catatan yang jelas me­ngenai hal itu.

Kenapa begitu sulit melacak Nunun?
Memang tidak mudah mende­teksi seseorang di luar negeri. Di Indonesia pun demikian. Kalau ada orang bergerak ke mana-mana, mendeteksinya juga tidak mudah.

Apa yang dilakukan Kemen­lu ke depan?
Ini merupakan kasus spesifik. Informasi yang dikumpulkan pi­hak kementerian, termasuk Ke­du­taan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara yang pernah disinggahi Nunun sudah sesuai yang diperlukan KPK. Na­mun, kami tidak bisa beritahukan secara terbuka dan detail. Apalagi mengenai strategi dan langkah-langkah yang sifatnya opera­sional.

Apabila Nunun ditemukan, bagaimana proses pemu­langan­nya, Kan paspornya tidak ada?
Kalau soal paspornya saja, ya tidak sulit. Kan ada Surat Peng­ganti Laksana Paspor (SPLP). Itu bisa difasilitasi Kemenlu dan bisa dilakukan secara cepat. Surat ter­sebut hanya dapat digunakan untuk satu kali perjalanan.

Mengenai adanya dugaan ke­pemilikan paspor palsu?
Saya tidak dapat berkomentar, itu bukan tugas kami. Tugas Ke­menlu hanya mengurus paspor dinas dan diplomatik.   [rm]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya