Berita

Peti Mati Berisi Tikus Putih, Uang Palsu dan Dokumen Pengaduan Korupsi Telkom Hampiri Rakyat Merdeka

SELASA, 14 JUNI 2011 | 11:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Mengirim pesan dengan cara yang sensasional dianggap sebagai cara ampuh agar mendapat perhatian publik dan media massa.

Masih dalam proses hukum kasus pengiriman peti mati ke lebih dari seratus media massa oleh Chief Executive Officer (CEO) Buzz&Co, Sumardi, pekan lalu untuk mempromosikan buku, hari ini gaya itu diulangi oleh sebuah LSM.

Baru saja Redaksi Rakyat Merdeka di Gedung Graha Pena lantai 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mendapat kiriman peti mati dari LSM bernama Jakarta Development Watch (Jadewa). Peti itu diantarkan seorang yang mengaku hanya kurir dan ditugaskan oleh Nur Azhari, Ketua LSM Jadewa.


Peti berukuran satu meter itu diisi berlembar-lembar uang palsu pecahan seratus ribu dan sepuluh ribu, bunga melati serta beberapa ekor tikus putih.

Kiriman itu sempat mengundang kecurigaan berisi bahan-bahan berbahaya. Tetapi setelah petugas keamanan gedung dan petugas polisi dari Polsek Kebayoran Lama memeriksanya, ternyata berisi surat pengantar dan dokumen yang mengumbar Pengaduan Dugaan Tindak Pidana dan Penggelapan Aset Negara (persengkongkolan) yang berkedok sinergis BUMN antara PT Telkom, PT Inti dan PT LEN.

Dalam isi surat pengantarnya, Nur Azhari mengatakan, maksud pengiriman peti mati adalah mengadukan perkara dugaan tindak pidana dan penggelapan aset negara dalam proyek pengadaan dan pemasangan modernisasi jaringan akses kabel tembaga (Trade In Trade Off) yang dilakukan dengan penunjukan langsung oleh PT Telkom kepada PT Inti dan PT LEN.[ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya