Berita

ilustrasi/ist

Ahli Gempa: Potensi Hazard Bencana di Indonesia Timur Dua Kali Lebih Besar

RABU, 08 JUNI 2011 | 22:32 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Salah satu kesimpulan dari sekian banyak penelitian yang dilakukan di berbagai tempat di Indonesia berkaitan dengan potensi gempa, baik akibat dari gerakan lempeng benua, maupun aktivitas vulkanologi, menyebutkan bahwa potensi bencana di kawasan timur Indonesia dua kali lebih besar dari kawasan barat Indonesia.

Hal ini juga dibicarakan dalam pertemuan antara Presiden SBY dan para ahli geologi, ahli gempa dan ahli tsunami di Istana Negara pada Selasa siang lalu (7/6).

Itu adalah pertemuan pertama setelah para ahli kerap terlibat dalam penelitian kegempaan dan kebencanaan dengan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial.

Tahun lalu Tim 9 yang dibentuk kantor Andi Arief itu telah menyelesaikan peta zona mikro gempa di tanah air, yang bisa memperlihatkan berbagai prediksi dan skenario kemunculan gempa. Peta seperti ini tentu bermanfaat dalam proses mitigasi bencana untuk memperkecil kehancuran dan meminimalisir jumlah korban.

Dalam pertemuan dengan SBY, ahli gempa DR. Danny Hilman Natawidjaja, antara lain menyebutkan bahwa potensi hazard bencana di kawasan timur Indonesia dua kali lebih besar dari di kawasan barat Indonesia.

Dia juga menyebutkan potensi kerusakan dan kehancuran bencana alam di kawasan itu sangat tinggi.

Dari catatan bencana katastropik purba diketahui bahwa Maluku pernah dihantam gempa besar pada abad ke-19. Gempa ini melahirkan tsunami setinggi 80 meter dan menewaskan sekitar 4.000 orang. Bila gempa dan tsunami dengan kekuatan serupa terjadi saat ini di tempat yang sama, diperkirakan jumlah tewas dapat mencapai 40 ribu jiwa. [guh]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya