Berita

Syahrini

Blitz

Syahrini, Dilarang Belah Duren

RABU, 08 JUNI 2011 | 04:26 WIB

RMOL. Kondisi kesehatan Syahrini berangsur pulih sejak pingsan saat tampil di acara talkshow, belum lama ini. Meski masih harus beristirahat, Syahrini tidak berani mem­batalkan semua jadwal mang­gung­nya. Bekas pasangan duet Anang Her­man­syah ini tak mau digugat kalau me­langgar beberapa kontrak yang sudah ditanda­tangani.

“Sudah bilang sih untuk ngurangin jad­wal supaya aku bisa menjaga kesehatan, tapi schedule sudah penuh sampai akhir tahun,” ujar Syahrini saat ditemui di Ru­mah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Senin petang (6/7).

Ihwal kedatangannya ke Rumah Sakit Medistra untuk menjalani medical check  up setelah menjalani tur keliling daerah. Setelah diperiksa, pelantun Kau Yang Memilih Aku ini disarankan banyak istirahat karena kondisi kese­hatannya masih lemah.


“Kata dokter aku kecapekan, ku­rang tidur, makannya kurang terjaga. Ada tiga dokter yang menangani aku. Ma­sih asam lambung. Ada beberapa obat sama multivitamin yang harus aku mi­num,” terangnya.

Disebut kelelahan, Syahrini merasa bingung. Padahal, perempuan berusia 28 tahun ini mengaku bekerja tidak terlalu keras.

“Aku nggak ngerti. Semua aku jalani dengan santai, namun tetap mencoba pro­fesional. Tapi dokter bilang aku keca­pekan, ditambah makan juga kurang teratur,” celotehnya.

Selain harus menjaga waktu istirahat, Syahrini juga dilarang untuk menyan­tap makanan favoritnya. “Duren, seafood, sambal, itu pantangannya. Karena aku nggak mau bolak-balik ke dokter, jadi aku harus nurut,” cetus perempuan asal Bo­gor, Jawa Barat ini.

Dokter meminta Syahrini untuk se­mentara waktu tidak melakukan diet ter­lebih dahulu. Syahrini yang selama ini menghindari nasi, disarankan untuk meng­konsumsi makanan berkarbohidrat itu.  â€Dokter bilang aku harus makan nasi sehari, nggak boleh diet dulu,” pung­kasnya.   [RM]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya