Berita

Muchlis Hasyim/ist

SUAP SESMENPORA

Muchlis Hasyim: Pers Harus Dukung Mahfud MD

MINGGU, 22 MEI 2011 | 18:57 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pers nasional semestinya memahami bahwa Indonesia saat ini tengah berada di masa darurat korupsi. Sebuah masa dimana korupsi terjadi di depan mata dan secara massif.

Dengan demikian berbagai langkah yang diambil pihak mana saja untuk memberantas korupsi harus didukung oleh pers nasional. Termasuk dalam hal ini pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tentang amplop yang diberikan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin kepada Sekjen MK Janedjri M. Gaffar.

Demikian disampaikan pengamat media massa, Muchlis Hasyim, kepada Rakyat Merdeka Online, petang ini (Minggu, 22/5) dalam sebuah diskusi di kawasan Semanggi, Jakarta. Muchlis menyayangkan pers nasional yang mempertanyakan niat lain di balik tindakan Mahfud MD itu.

“Indonesia dalam keadaan darurat korupsi. Jangan dilihat prosedurnya. Lihat niatnya. Dia (Mahfud) menjaga marwah MK. Toh sebelumnya dia sudah pernah menulis surat untuk menjelaskaan masalah ini. Dia mempertegas kembali, karena Nazaruddin berkelit,” ujar mantan press officer Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Ini bukan urusan partai per partai, atau orang per orang. Korupsi yang menggurita ini adalah masalah nasional. Kita harus memaknai tindakan Mahfud itu sebagai preseden baru dalam memerangi korupsi, dengan menggunakan Istana sebagai titik tolak,” ujarnya lagi.

Saat ditanya mengapa harus disampaikan Mahfud MD di Istana, Muchlis mengatakan, selama ini ada anggapan bahwa Istana tebang pilih dalam memberantas korupsi. Dengan demikian, kesediaan Presiden SBY menerima “pengaduan” Mahfud MD di Istana setidaknya memperlihatkan sikap positif Istana dalam menghadapi korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan Istana.

“Sudah tepat disampaikan di Istana. Sudah bagus ada upaya untuk memerangi korusi dari Istana. Kita berharap setelah ini ada konsistensi dari Istana untuk membongkar kasus korupsi yang dilakukan oleh siapapun tanpa pandang bulu,” kata pendiri Inilah.Com itu.

Muchlis juga mengingatkan agar pers nasional tidak berpikir konspiratif seperti menduga bahwa tindakan Mahfud ada kaitannya dengan keinginan menjadi presiden di tahun 2014. Faktanya, sebut Muchlis lagi, Mahfud konsisten untuk urusan memberantas korupsi. Muchlis mengingatkan, tahun lalu Mahfud juga memberikan kesempatan kepada publik untuk menguji tuduhan suap di MK yang disampaikan pengamat Refly Harun. Buntut dari kasus itu, Hakim Konstitusi Arsyad Sanusi memilih mengundurkan diri. [guh]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya