Berita

jusuf kalla

JK: Karena Parpol Haram Masuk Kampus, Ongkos Politik Jadi Sangat Mahal

KAMIS, 19 MEI 2011 | 16:01 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sudah sejak lama partai politik Indonesia dipandang dengan sikap ambigu. Di satu sisi ia dipandang penting sebagai tempat pendidikan politik, agregasi dan artikulasi kepentingan publik. Tetapi di siis lain, ia dipandang sebagai momok yang menjijikkan dan karenanya pantas dicurigai sebagai salah satu akar persoalan yang tengah dihadapi negara-bangsa Indonesia.

Karena pandangan yang menganggap sebagai momok inilah maka parpol begitu diharamkan meginjakkan kaki ke kampus. Di saat bersamaan politik juga diharamkan bagi kalangan PNS termasuk dosen di kampus-kampus negeri. Akhirnya yang menguasai parpol, khususnya di era post-Soeharto adalah kaum pedagang.

"Politik itu baik. Berdagang itu baik. Yang jahat adalah memperdagangkan politik," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika berbicara dalam Diskusi Kontemporer yang digelar BEM Fisip Universitas Indonesia (UI) di kampus Depok, beberapa saat lau (Kamis, 19/5).


Konsekuensi dari aturan main ini, sambung mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, kini dapat dikatakan sekitar 60 persen anggota DPR adalah pedagang. Jadi tidak usah heran kalau DPR pun mengalami defisit ahli legislasi.

"Karena banyak pengusaha akhirnya ongkos politik mahal. Butuh dana besar untuk kampanye dan memasang baliho," ujarnya lagi.

JK berharap di masa depan DPR akan dipenuhi oleh kaum intelektual yang memiliki berbagai pandagan progresif yang konstruktif. Terlebih karena tantangan di masa depan yang akan dihadapi Indonesia lebih berat.[guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya