Berita

ilustrasi

ATLANTIS YANG HILANG

Jombang Gagal jadi Pusat Peradaban Dunia

SELASA, 17 MEI 2011 | 14:47 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Tim ahli arkeologi dari Universitas Indonesia memastikan bahwa artefak dari Jombang, Jawa Timur, yang kini berada di laboratorium Jurusan Arkeologi, Universitas Bologna, Italia, bukan berasal dari masa 3000 SM atau 5.000 tahun lalu.

Selama sepekan tim yang terdiri dari Prof. Agus Aris Munandar, Dr. Wanny Rahardjo dan Diding Fahrudin berada di Italia untuk ikut meneliti belasan artefak, berupa gerabah dan patung, yang dibawa Universitas Bologna dari Indonesia pada 2006 lalu.

Selama ini pihak Universitas Bologna memperkirakan bahwa artefak-artefak itu berasal dari masa 5.000 tahun lalu. Bila perkiraan ini benar, maka Jombang akan naik daun sebagai pusat peradaban manusia. Dan bukan tidak mungkin akan semakin memperkuat perkiraan sejumlah ahli, seperti Prof. Arysio Santos dari Brazil, yang memperkirakan Atlantis yang hilang berada di daerah kepulauan Indonesia.

Tetapi Prof. Agus mematahkan perkiraan itu.

“Perhitungan yang mereka lakukan tidak akurat, karena hanya menghitung usia tanah liat yang menempel di artefak. Itu terlalu sedikit untuk dijadikan kesimpulan,” ujar Prof. Agus Aris kepada Rakyat Merdeka Online yang menghubunginya beberapa saat lalu (Selasa, 17/6). Ketika dihubungi Prof. Agus dan kawan-kawannya sudah berada di Indonesia.

Bila artefak-artefak tersebut berasal dari masa 3000 SM maka itu jauh lebih tua dari berbagai peninggalan peradaban manusia yang ditemukan di Dongson, sebuah daerah di lembag Sungai Merah di utara Vietnam sekarang, yang diperkirakan berasal dari masa 500 SM.

Penelitian-penelitian arkeologi yang dilakukan berbagai ahli dari berbagai negara selama ini menyimpulkan bahwa Dongson dapat dikatakan merupakan pusat peradaban manusia yang kini berada di kepulauan Indonesia. Dari Dong Son manusia-manusia Melayu tua atau Malayan Mongoloid menyebar ke seluruh pelosok kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Menurut Prof. Agus, setelah mendengarkan penjelasan dari tim UI, para peneliti di Universitas Bologna pun meragukan hasil penelitian sementara mereka. Namun penelitian tetap dilanjutkan dan kini mereka membawa sebagian dari artefak itu ke Universitas Oxford.

“Saya memperkirakan artefak itu dari masa Majapahit sekitar 14-15 M atau paling tua dari masa Mataram Kuno sekitar 8 M, atau artinya sejaman dengan Candi Borobudur,” demikian Prof. Agus. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Dasco Ungkap Target Closing RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:49

Ahmad Luthfi Minta Daerah Dilibatkan dalam Evaluasi MBG

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23

Pameran "Aku Arek Suroboyo" Kuak Sisi Lain Bung Karno yang Jarang Diketahui

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:11

Usulan Natalius Pigai, Ikhtiar Hadirkan Polri Lebih Modern dan Adaptif

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:53

Pajak, Kepercayaan dan Kontrak Sosial

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:49

Jalur Titipan SPMB Masuk Pidana Korupsi, Mau Anak Pintar Kok Nyogok...

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:23

Jurus Seribu Langkah Gagal, Eksekutor Jambret Jakbar Digulung!

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:36

Ditolak Daerah, Mubes V Kosgoro 1957 Dianggap Cacat Prosedur

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:32

Hari Lingkungan Hidup, Pertamina Gaspol Inovasi Sampah dan Tanam Pohon

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:24

Ini Instruksi Khusus Prabowo ke Seskab Teddy Soal Sekolah Rakyat

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:07

Selengkapnya