Berita

Gerakan Radikal Muncul Gara-gara Pancasila Lemah

SENIN, 16 MEI 2011 | 22:54 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ada yang salah dalam praktek pengelolaan berbangsa dan bernegara. Kesalahan itu, jika diamati, akibat lemahnya pemahaman dan praktek nilai-nilai dasar negara yang menjadi identitas bangsa, yakni Pancasila.

Kesalahan yang mulai terjadi sejak bergulirnya reformasi kemudian mengakibatkan munculnya berbagai gerakan yang radikal yang mengatasnamakan agama maupun politik beberapa tahun terakhir.

"Sikap semacam dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Yasin Thohari, dalam ceramahnya saat membuka acara Training of Trainers (TOT) Empat Pilar Bangsa bagi kalangan pemuda, yang diselenggarakan oleh MPR dan PP Pemuda Muhammadiyah, di Jakarta beberapa waktu lalu.


Ia mengaku prihatin atas tidak diajarkannya Pancasila di sekolah-sekolah, bahkan juga di perguruan tinggi. "Padahal penyampaian materi ini sangat penting untuk mengenalkan kepada anak didik tentang dasar dan sendi kehidupan berbangsa. Karena itu, saya berharap dalam waktu sesegera mungkin materi Pancasila dapat kembali diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi," jelasnya.

Untuk itu semua, lanjut Ketua DPP Partai Golkar ini, perlu dibentuk badan negara yang khusus menangani sosialisasi dan internalisasi Pancasila dan pilar bangsa lainnya. "Ini adalah wilayah eksekutif, karena itu presiden harus membentuk lembaga khusus Pancasila. MPR adalah kerja legislatif, dan sosialisasi ini sifatnya darurat," katanya. [arp]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya