Berita

ilustrasi

Pemuda Madura Juga Tuntut Pertamina Kuasai 100 Persen West Madura Offshore

KAMIS, 05 MEI 2011 | 16:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pengalihan saham di Blok West Madura Offshore (WMO) dinilai tidak wajar dan terus menerus mendapat penentangan.

Kontrak Blok West Madura diteken pada 7 Mei 1981 dengan porsi kepemilikan saham PT Pertamina Persero 50 persen, Kodeco Energy Co Ltd 25 persen, dan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Madura Ltd 25 persen. Kontrak berakhir pada 7 Mei esok. Namun, sebelum kontrak habis, Kodeco mengalihkan separuh sahamnya ke PT Sinergindo Citra Harapan. Begitu pun CNOOC, yang menyerahkan setengah saham ke Pure Link Investment Ltd. Komposisi kepemilikan berubah menjadi Pertamina 50 persen, Kodeco 12,5 persen, CNOOC 12,5 persen, Sinergindo 12,5 persen, dan Pure Link 12,5 persen.

Beberapa waktu terakhir, desakan untuk menginvestigasi pengalihan separuh saham Kodeco dan CNOOC karena ada dugaan KKN menguat. Selain itu, BP Migas didesak membeberkan profil dua perusahaan swasta nasional Sinergindo dan Purelink yang ikut bermain dalam kepemilikan saham blok West Madura.


Komisi VII DPR pun mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk menguasai 100 persen WMO.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina M Harun, sudah mengatakan, secara sumber daya manusia dan pendanaan, pihaknya siap mengelola Blok West Madura. Menurut dia, saat ini Pertamina sudah menyiapkan dana 1 miliar dollar AS untuk pengelolaan West Madura lima tahun ke depan.

Tuntutan agar pemerintah memberikan kesempatan pada Pertamina juga dinyatakan Perkumpulan Pemuda Madura Center Jakarta. Abdul Muqit, Sekjen Madura Center Jakarta, menolak pihak asing sebagai pengelola WMO.

"100 persen blok West Madura Offshore harus untuk Indonesia melalui Pertamina," tegasnya, dalam pernyataan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, petang, 5/5).

"Kami menolak pihak asing sebagai pengelola blok tersebut," imbuhnya.

Dan demi kedaulatan energi, sebutnya lagi. Pemuda Madura mendukung Pertamina sebagai operator tunggal blok WMO.

Blok West Madura ini terletak di perairan Jawa Timur dan Madura dengan luas wilayah 6.460 km persegi.[ald]


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya