Berita

Masyarakat Sipil ASEAN Ingatkan Pesan Boediono

KAMIS, 05 MEI 2011 | 15:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Masyarakat sipil dari 10 negara Asia Tenggara telah berhasil menggelar ASEAN Civil Soceity (ACSC)/ASEAN People’s Forum (APF) di Jakarta pada 3-5 Mei. Lebih dari 1.200 orang berkumpul untuk merumuskan masukan bagi para delegasi yang akan mengikuti KTT ASEAN di Jakarta mulai tanggal 7 Mei.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (5/5), secara prinsip para peserta ACSC/APF menyampaikan beberapa rekomendasi. Pertama, bahwa adanya pelibatan (engagement) dan dialog antara masyarakat dengan negera-negara ASEAN merupakan mekanisme dalam proses pembuatan kebijakan ASEAN. Pelibatan dan dialog tersebut harus dilihat sebagai hak masyarakat dan merupakan kewajiban dari pemerintah untuk memenuhinya.

Kedua, prinsip demokrasi, partisipasi dan pemerintahan yang baik telah diadopsi sebagai prinsip ASEAN. Namun sayang, pelaksanaannya masih selektif untuk masalah-masalah tertentu. Masalah perjanjian perdagangan bebas, misalnya, dilakukan secara tertutup dan diam-diam. Tak ada akses informasi masyarakat terhadap proses pembuatan perjanjian perdagangan bebas itu.


Ketiga, adanya pertemuan tatap muka (interface) antara masyarakat sipil dengan kepala negara ASEAN merupakan simbul keterbukaan ASEAN terhadap warga negaranya. Pola ini semestinya juga diikuti oleh para bawahan Presiden, seperti para Menteri, dalam merumuskan kebijakan-kebijakan tingkat ASEAN.

Keempat, masyarakat sipil berfungsi sebagai kontrol atas kerusakan (damage control) dari kebijakan ASEAN yang keliru. Ini karena masyarakat sipil merupakan saksi di lapangan atas dampak-dampak kebijakan tersebut.

"Untuk itu, kami mengingatkan kembali pesan Wakil Presiden RI Boediono dalam pembukaan ACSC/APF di Jakarta 3 Mei 2011 yang mengatakan bahwa pelibatan masyarakat sipil dalam ASEAN akan mempercepat proses integrasi ASEAN dan membuat integrasi itu menjadi lebih mudah dan memiliki muatan progresif," ujar Ketua Steering Committee ACSC/APF, Indah Suksmaningsih.

Keseluruhan butir-butir rekomendasi masyarakat sipil itu akan disampaikan dalam sesi tatap muka dengan presiden tanggal 7 Mei di lokasi KTT ASEAN, Jakarta International Convention Center. Perwakilan masyarakat negara-negara ASEAN akan bertemu dan berdialog mengenai masalah-masalah ASEAN.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya