RMOL. Masyarakat sipil dari 10 negara Asia Tenggara telah berhasil menggelar ASEAN Civil Soceity (ACSC)/ASEAN People’s Forum (APF) di Jakarta pada 3-5 Mei. Lebih dari 1.200 orang berkumpul untuk merumuskan masukan bagi para delegasi yang akan mengikuti KTT ASEAN di Jakarta mulai tanggal 7 Mei.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (5/5), secara prinsip para peserta ACSC/APF menyampaikan beberapa rekomendasi. Pertama, bahwa adanya pelibatan (engagement) dan dialog antara masyarakat dengan negera-negara ASEAN merupakan mekanisme dalam proses pembuatan kebijakan ASEAN. Pelibatan dan dialog tersebut harus dilihat sebagai hak masyarakat dan merupakan kewajiban dari pemerintah untuk memenuhinya.
Kedua, prinsip demokrasi, partisipasi dan pemerintahan yang baik telah diadopsi sebagai prinsip ASEAN. Namun sayang, pelaksanaannya masih selektif untuk masalah-masalah tertentu. Masalah perjanjian perdagangan bebas, misalnya, dilakukan secara tertutup dan diam-diam. Tak ada akses informasi masyarakat terhadap proses pembuatan perjanjian perdagangan bebas itu.
Ketiga, adanya pertemuan tatap muka (
interface) antara masyarakat sipil dengan kepala negara ASEAN merupakan simbul keterbukaan ASEAN terhadap warga negaranya. Pola ini semestinya juga diikuti oleh para bawahan Presiden, seperti para Menteri, dalam merumuskan kebijakan-kebijakan tingkat ASEAN.
Keempat, masyarakat sipil berfungsi sebagai kontrol atas kerusakan (
damage control) dari kebijakan ASEAN yang keliru. Ini karena masyarakat sipil merupakan saksi di lapangan atas dampak-dampak kebijakan tersebut.
"Untuk itu, kami mengingatkan kembali pesan Wakil Presiden RI Boediono dalam pembukaan ACSC/APF di Jakarta 3 Mei 2011 yang mengatakan bahwa pelibatan masyarakat sipil dalam ASEAN akan mempercepat proses integrasi ASEAN dan membuat integrasi itu menjadi lebih mudah dan memiliki muatan progresif," ujar Ketua Steering Committee ACSC/APF, Indah Suksmaningsih.
Keseluruhan butir-butir rekomendasi masyarakat sipil itu akan disampaikan dalam sesi tatap muka dengan presiden tanggal 7 Mei di lokasi KTT ASEAN, Jakarta International Convention Center. Perwakilan masyarakat negara-negara ASEAN akan bertemu dan berdialog mengenai masalah-masalah ASEAN.
[ald]