Berita

Sipil Thailand-Kamboja: Konflik Perbatasan Lebih Bernuansa Rivalitas Dua PM

KAMIS, 05 MEI 2011 | 13:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Masyarakat sipil Thailand dan Kamboja dalam ASEAN People’s Forum di Jakarta, Rabu malam (4/5) sepakat meminta ASEAN sebagai pihak yang netral, memediasi penyelesaian konflik perbatasan kedua negara tersebut.

“Kami percaya konflik perbatasan ini bukan karena keinginan rakyat Thailand atau rakyat Kamboja, tapi karena masalah politik (Perdana Menteri Thailand ) Abhisit dan (Perdana Menteri Kamboja) Hun Sen,” kata Supalak Ganjanakhundee, Jurnalis Senior The Nation Thailand, seperti tertulis dalam kiriman berita dari ASEAN People's Forum, yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (5/5).

Supalak yang memiliki lahan pertanian di daerah perbatasan itu, juga menjadi salah seorang korban pengungsi. Hal serupa dikatakan Pa Nguon Teang, Direktur Eksekutif dari Radio Voice of Democracy, Kamboja. Menurut Pa, konflik ini bukan lagi atas
nama nasionalisme masing-masing negara, tapi lebih karena ambisi politik kedua Perdana Menteri. Terbukti dari fakta konflik perbatasan tidak terjadi dalam Pemerintahan Thaksin Shinawatra, yang punya afiliasi politik erat dengan Hun Sen.

nama nasionalisme masing-masing negara, tapi lebih karena ambisi politik kedua Perdana Menteri. Terbukti dari fakta konflik perbatasan tidak terjadi dalam Pemerintahan Thaksin Shinawatra, yang punya afiliasi politik erat dengan Hun Sen.

“Karena ini lebih politis, kami meminta semua masyarakat Kamboja dan Thailand untuk tidak lagi memikirkan nasionalisme untuk masalah perbatasan ini, tapi lebih memikirkan masalah kemanusiaan,” kata dia.

Pa merujuk fakta, konflik bersenjata ini telah memakan korban sembilan jiwa dan memaksa 25 ribu orang mengungsi.

Masyarakat sipil Kamboja dan Thailand pun sepakat untuk meminta ASEAN turun tangan memediasi konflik ini. Harapannya, ASEAN sebagai lembaga regional dapat bertindak lebih netral sebagai penengah kepentingan politik kedua kubu perdana menteri.

Penelitian Dr. Akarapong Khamkhun dari International College Pridi Pranomyong, Universitas Thammasat, Thailand, mengungkap fakta penduduk di perbatasan kedua negara secara historis sama sekali tidak bermusuhan. Bahkan, para tentara kedua negara hanya adu senjata dari Senin-Jumat sesuai perintah Bangkok dan Phnom Penh. Di akhir minggu, pasukan perbatasan Thailand dan Kamboja justru sering duduk main kartu dan minum bersama.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya