aburizal bakrie/ist
aburizal bakrie/ist
RMOL. Insiden memalukan dalam dialog antara Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dan Komisi VIII DPR RI di Ruang Bhinneka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne pada 30 April lalu jadi pelajaran berharga untuk rakyat, agar lebih hati-hati dalam memilih wakilnya di Senayan.
Saat itu, kegaduhan meliputi suasana dialog terutama karena disebabkan ulah para anggota Dewan yang "pelesiran". Anggota Komisi VIII dinilai lebih banyak tidak memberikan penjelasan memuaskan kepada mahasiswa yang mengikuti dialog. Beberapa jawaban Dewan bahkan dianggap ngawur dan tidak berbobot. Merasa tidak puas dengan hasil pertemuan dalam waktu yang amat terbatas itu, para peserta audiensi meminta alamat email resmi. Soal itu pun, para peserta tidak mendapat jawaban yang serius, para anggota Dewan malah panik dan saling bertanya di antara mereka tentang alamat email resmi mereka.
Seluruh kejadian memalukan di dalam dialog itu disebarkan Anggota PPIA lewat surat elektronik dan dapat disaksikan pula lewat Youtube. Insiden memalukan itupun mendapat reaksi tajam dari masyarakat di dalam negeri. Satu lagi sisi hitam DPR terungkap di negeri asing.
Populer
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Selasa, 15 September 2026 | 09:40
UPDATE
Kamis, 17 September 2026 | 01:56
Kamis, 17 September 2026 | 01:30
Kamis, 17 September 2026 | 01:04
Kamis, 17 September 2026 | 00:49
Kamis, 17 September 2026 | 00:20
Kamis, 17 September 2026 | 00:01
Rabu, 16 September 2026 | 23:35
Rabu, 16 September 2026 | 23:08
Rabu, 16 September 2026 | 22:41
Rabu, 16 September 2026 | 22:36