Berita

aburizal bakrie/ist

Politisi Senior: Kasus Komisi VIII di Australia Tamparan Keras Bagi Golkar dan Kerja Keras Ical

KAMIS, 05 MEI 2011 | 12:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Insiden memalukan dalam dialog antara Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dan Komisi VIII DPR RI di Ruang Bhinneka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne pada 30 April lalu jadi pelajaran berharga untuk rakyat, agar lebih hati-hati dalam memilih wakilnya di Senayan.

Saat itu, kegaduhan meliputi suasana dialog terutama karena disebabkan ulah para anggota Dewan yang "pelesiran". Anggota Komisi VIII dinilai lebih banyak tidak memberikan penjelasan memuaskan kepada mahasiswa yang mengikuti dialog. Beberapa jawaban Dewan bahkan dianggap ngawur dan tidak berbobot. Merasa tidak puas dengan hasil pertemuan dalam waktu yang amat terbatas itu, para peserta audiensi meminta alamat email resmi. Soal itu pun, para peserta tidak mendapat jawaban yang serius, para anggota Dewan malah panik dan saling bertanya di antara mereka tentang alamat email resmi mereka.

Seluruh kejadian memalukan di dalam dialog itu disebarkan Anggota PPIA lewat surat elektronik dan dapat disaksikan pula lewat Youtube. Insiden memalukan itupun mendapat reaksi tajam dari masyarakat di dalam negeri. Satu lagi sisi hitam DPR terungkap di negeri asing.


Sebagai salah satu partai politik yang mayoritas di DPR dan kebetulan kadernya (Zulkarnaen Djabar) ikut dalam kunjungan ke Negeri Kangguru itu, Golkar seharusnya merasa ikut malu dan tertampar atas insiden tersebut.

"Kasus Komisi VIII di Australia adalah tamparan memalukan bagi Golkar juga," ujar politisi senior Golkar, Zainal Bintang, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (5/5).

Menurut mantan Ketua DPP Golkar ini, kejadian tersebut berpotensi menggagalkan kerja keras Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, membangun citra Golkar di masyarakat.

Karena itu Bintang menyarankan, Partai segera membentuk Tim Investigasi dan Evaluasi Kualitas Intelektual dan Perilaku Kader Golkar, supaya kerja keras Ketua Umum Golkar itu tidak sia-sia.

"Perlu dibentuk tim dimaksud untuk mendukung kerja keras Ketum Golkar membangun citra Golkar. Upaya Ketum jangan sampai kontraproduktif dan Golkar jadi cemoohan dan nista," tegasnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya