Berita

anas urbaningrum/ist

Anas Urbaningrum: Bagi yang Penasaran, Datangilah Pesantren Az-Zaytun

SELASA, 03 MEI 2011 | 16:49 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) kerap dikaitkan dengan pondok pesantren Az-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Bukan hanya itu, Partai Demokrat, sebagai partai penguasa pun dituduh pernah memberikan sumbangan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Az-Zaytun sebesar US$10 ribu.

Dana diberikan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro kepada pimpinan Ponpes, AS Panji Gumilang, yang juga merupakan pimpinan NII, saat mengunjungi pesantren itu 16 Maret lalu.

Dalam kicauan di Twitter, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menceritakan kunjungannya ke ponpes itu. Dalam kunjungannya itu, Anas tidak melihat ada keganjilan dalam aktivitas ponpes tersebut. Malah, Anas melihat banyak kelebihan yang dimiliki ponpes tersebut.


"Saya dan Mas Ibas beserta rombongan DPP Partai Demokrat pernah silaturrahim ke Al-Zaitun dalam rangkaian silaturrahim di Cirebon-Indramayu. Silaturrahim buat saya adalah ajaran agama dan adab sosial yg dianjurkan. Terasa agak ganjil kalau silaturrahim dipersoalkan," ujar Anas, Selasa (3/5).

Pada silaturrahim itu, Anas disambut dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan khusyuk, khidmat dan bersemangat. "Forumnya rapi dan tertib," tambahnya.

Sambutannya, sewaktu berkunjung adalah tentang makna silaturrahim, pembangunan bangsa, pentingnya pendidikan pesantren dan penguatan kharakter bangsa.

"Saya juga bicara soal pembangunan pertanian dan ketahanan pangan dan sinergi berbagai kekuatan untuk membangun dan memajukan NKRI. Syekh Panji Gumilang (pemimpin Ponpes Az-Zaytun) juga menyampaikan rasa persaudaraan, pentingnya pendidikan dan spirit membangun bangsa. Juga bicara ketahanan pangan," jelasnya.

Masih kata mantan anggota Komisi Pemilihan Umum ini, Panji Gumilang juga bercerita soal keberhasilan Az-Zaytun dalam menghasilkan varietas unggul untuk padi, kacang dan kedelai.

Untuk meluruskan pandangan miring soal ponpes Az-Zaytun, Anas meminta semua pihak yang masih penasaran datang langsung ke ponpes di Indramayu itu.

"Silahkan datang dan lihat sendiri Az-Zaytun. Kalau saya, mungkin akan datang lagi, jika berkesempatan," lanjutnya lagi.

"Jangan ribut sendiri, tuduh-menuduh, jelek-menjelekkan yang tidak jelas juntrungannya. Habis energi percuma," demikian Anas. [arp]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya