Berita

Dunia

OSAMA TERBUNUH

Beginilah Dunia Menyambut Kematian Osama bin Laden

SENIN, 02 MEI 2011 | 17:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Dunia menyambut gembira kematian tokoh Al-Qaeda Osama bin Laden. Para pemimpin negara, terutama negara-negara sekutu Amerika Serikat, menyambut kematian buronan nomor wahid itu dengan puji syukur.

"Osama bin Laden bertanggung jawab atas kekejaman terburuk dalam sejarah dunia dan untuk serangan yang membunuh banyak nyawa. Banyak dari mereka warga Inggris," ujar Perdana Menteri Inggris, David Cameron seperti dirilis BBC.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut kematian Osama sebagai kemenangan gemilang keadilan, kebebasan dan nilai-nilai bersama oleh semua negara demokratis yang berjuang bahu-membahu melawan terorisme.


Dari New Zealand, Perdana Menteri John Key, menyebut Osama bin Laden bertanggung jawab atas kematian ribuan orang, termasuk warga Selandia Baru, di berbagai belahan dunia.

"Saya sama sekali tidak ragu bahwa dunia adalah tempat yang lebih aman tanpa Osama bin Laden," ucapnya.

Pernyataan kurang lebih serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri India. Dalam pernyataan tertulis Kemenlu India menyerukan, dunia harus terus bersatu untuk mengatasi terorisme dan menutup ruang aman dan suaka yang telah diberikan kepada teroris.

Sementara, ucapan emosional datang dari Walikota New York Michael Bloomberg.

"Pembunuhan Osama Bin Laden tidak mengurangi penderitaan yang New York dan Amerika Serikat alami. Tetapi itu merupakan kemenangan yang sangat penting bagi bangsa kita dan sebuah penghargaan bagi jutaan pria dan wanita di angkatan bersenjata kami dan tempat lain yang telah berjuang begitu keras untuk bangsa kita," tegasnya.

New York telah menunggu hampir 10 tahun berita kematian Osama bin Laden.

"Adalah harapan saya bahwa itu akan membawa ketenangan bagi semua orang yang kehilangan orang yang dicintai pada 11 September 2001," ujarnya. [ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya