Berita

MUI Berkenalan dengan Ribuan Naskah Tua di Iran

KAMIS, 28 APRIL 2011 | 18:48 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Delegasi Majelis Ulama Indonesia akan mengakhiri lawatannya di negeri Ahmadinejad dengan mengunjungi kota Qum.

Qum adalah sebuah kota dimana para calon ulama dan Ayatollah didik dan diasuh. Di kota ini, delegasi MUI akan mengunjungi tiga tempat yaitu; perpustakaan terbesar di dunia Islam, silaturrahim dengan Ayatollah Al-Uzma Nuri Hamadani, dan Universitas Agama dan Perbandingan Mazhab.

Ketika berkunjung ke perpustakaan yang didirikan oleh Ayatollah al-Uzma Mar'asy Najfy, delegasi MUI diperkenalkan dengan ribuan buku yang ditulis tangan oleh para ulama yang hidup sejak seribu hingga ratusan tahun lalu. Di perpustakaan ini ditemukan jutaan koleksi kitab yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu sosial dan eksakta.


Konon, perpustakaan ini didirikan oleh Ayatollah Mar'asy untuk menjaga agar kitab-kitab klasik Islam tidak seluruhnya diambil oleh para penjajah Inggris ketika itu. Dengan berbagai tantangannya, pendiri perpustakaan ini berhasil membangun perpustakaan yang hingga hari ini menjadi kebanggaan warga Iran.

Salah satu keunggulan perpustakaan ini adalah kemampuan mereka untuk memperbaiki buku-buku yang sudah sangat tua.

"Di perpustakaan ini, kami memiliki tempat yang kami sebut sebagai rumah sakit buku. Ada beberapa pekerja kami yang khusus dipekerjakan untuk memperbaiki dan merawat buku-buku yang ada. Buku-buku yang diperbaiki di sini tidak hanya berasal dari Iran, tetapi banyak juga berbagai perpustakaan di luar negeri yang mengirimkan bukunya ke sini untuk diperbaiki", demikian kepala perpustakaan, Sayyid Khurasany, menjelaskan.

Iran juga menawarkan kerjasama dengan perpustakaan-perpustakaan Indonesia dalam menjaga naskah-naskah kuno yang dimiliki Indonesia. Dia menambahkan bahwa naskah-naskah kuno perlu dipelihara sebagai salah satu bentuk kecintaan pada ilmu pengetahuan. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya