Berita

Teuku Faizasyah

Wawancara

WAWANCARA

Teuku Faizasyah: Bantuan Bencana Asean Berpusat di Indonesia

SELASA, 12 APRIL 2011 | 04:53 WIB

RMOL. Pertemuan negara-negara Asean dengan Jepang, di Jakarta, Sabtu (9/4), menghasilkan dua kesepakatan. Pertama, dibentuknya Asean Coordinating Center for Humanitarian Assistance (AHA Center). Kedua, peran Asean dalam pengelolaan bencana dan respon emergensinya.

“Bila ada suatu bencana di Asean, kita menghimpun kekua­tan untuk secara bersama mena­ngani bencana tersebut. Inilah yang didambakan negara Asean,” ujar Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Jepang dilibatkan dalam pertemuan tersebut meru­pakan inisiatif Presiden SBY demi menggalang kepedulian untuk membantu negara itu yang belum lama ini tertimpa gempa dan tsunami.


“Masing-masing negara Asean sudah memberikan ban­tuan ke Jepang, tetapi lebih ba­gus lagi bila bantuan itu dihim­pun dalam suatu kapasitas kawa­san. Maka­nya Pak Presiden me­merintahkan Menlu untuk me­lakukan perte­muan khusus dengan Menlu Asean lainnya untuk membahas masalah ben­cana dan koordinasi penanga­nan­nya,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa yang dihasilkan dalam per­temuan Asean dengan Je­pang?
Kesepakatannnya melakukan koordinasi dan kohorensi, penye­taraan kegiatan. Misalnya kita memiliki kapasitas kegiatan yang spesifik dalam negara Asean. Bila ada suatu bencana di suatu wila­yah, kita bisa menghimpun ke­kuatan yang kita miliki untuk secara cepat menangani bencana tersebut.

Mengapa melibatkan Je­pang?
Kita harus mengakui bahwa Jepang memiliki penanganan bencana yang cukup baik. Da­lam kasus gempa dan  tsunami lalu, merupakan bukti bahwa Jepang tetap perlu dukungan dari negara-negara kawasan, khu­susnya Asean. Jadi pada da­sar­nya perte­muan ini ingin meng­koordinasi­kan kapasitas Asean.
 
Langkah konkretnya pena­nga­nan bersama itu seperti apa?
Belum lama ini dilakukan lati­han di Manado mengenai pena­nganan bencana Asean Regional Forum Release Exercise. Ini melibatkan unsur sipil dan mili­ter. Ini kerja sama  Asean dengan Jepang. Jadi, dengan latihan itu kita bisa melihat kapasitas kita semua dalam penanganan ben­cana. Misalnya, apabila ada ben­cana, kita bisa melibatkan orang-orang terlatih dalam penanganan bencana untuk membantu me­ngu­rangi dampak dari  ben­cana tersebut.
 
Apa Indonesia sudah mem­buat satuan penanganan ben­cana?
Kita sedang membangun satu pusat latihan. Ini semacam pasu­kan penjaga keamanan PBB untuk secret operation atau disaster management. Jadi kita akan memiliki kesatuan TNI yang siap ditugaskan di mana pun untuk misi damai dan misi pe­nanganan bencana. Nanti pusat latihan itu bisa digunakan oleh negara-negara di kawasan untuk melakukan latihan.
 
Bagaimana dengan dibentuk­nya AHA Center?   
AHA center ini telah disepakati berkedudukan di Indonesia. Tu­gasnya nanti mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan apabila terjadi bencana di kawasan Asia Tenggara dan kawasan Asia Timur.
 
Apa pertemuan SBY dengan Menlu Jepang termasuk mem­bicarakan hal itu?
Pertemuan itu sifatnya kunju­ngan kehormatan dari Menlu Jepang untuk menyampaikan terima kasih atas atensi yang di­berikan Presiden RI, pemerintah, dan rakyat Indonesia. Jadi banyak bantuan yang sudah kita berikan. Langkah-langkah yang kita tempuh melalui penye­lenggaraan pertemuan khusus Jepang. Ini sangat diapresiasi Jepang.
 
Bagaimana Presiden SBY me­lihat penanganan bencana Je­pang?   
Beliau menggarisbawahi bah­wa Jepang adalah negara yang sangat siap menghadapi bencana. Menurut beliau, Jepang sebagai bangsa yang besar, bangsa yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi bisa melalui bencana de­ngan baik. Namun penanganan bencana dialami Jepang tetap di­perlukan kerja sama dengan negara yang ada di kawasan.
 
Soal kerja sama ekonomi ba­gaimana?
Jepang tetap komitmen mem­bantu pembangunan ekonomi di kawasan Asean. Kita memaklumi bahwa negara-negara di Asia Tenggara kebanyakan pertum­buhan ekonominya menengah ke bawah. Sedangkan Jepang sudah maju.
 
Mengapa Jepang sangat ko­mit­men membantu Asean?
Jepang berkeyakinan bahwa kemajuan ekonomi kita akan memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung bagi kema­juan ekonomi bagi mereka.

Apa SBY menyinggung ma­sa­lah kebocoran PLTN di Jepang?
Pihak Jepang menjelaskan mengenai kebocoran fasilitas nuklir. Mereka juga telah me­la­kukan pencegahan kontami­nasi. Tidak ada penyebaran radio­aktif dan lain lain. Mereka sangat ter­buka dalam urusan informasi dengan negara tetangga.
 
Apakah dibicarakan menge­nai pembuatan teknologi nu­klir?
Sama sekali tidak dibahas me­ngenai pembuatan teknologi lis­trik melalui energi nuklir.   [RM]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya