Berita

rizal ramli/ist

Rizal Ramli: Tokoh Intelektual dan Pemuda Papua Inginkan Perubahan Mendasar

SENIN, 11 APRIL 2011 | 14:56 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ketidakadilan ekonomi dan sosial di Papua terbilang sungguh luar biasa. Semestinya kekayaan alam Papua bila dikelola dengan baik dan adil dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua yang berjumlah sekitar tiga juta jiwa.

“Berbagai dana dari pusat, di luar anggaran rutin, hanya 30 persen yang sampai ke rakyat. Sebanyak 70 persen habis oleh birokrat dan politisi lokal. Saya meminta agar hal ini diawasi sehingga persentasenya bisa dibalik, 70 persen untuk. Bila itu terjadi, barulah manfaat NKRI dapat dirasakan rakyat Papua,” ujar mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli ketika berbicara dalam peresmian Pusat Studi Papu di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta (Senin, 11/4).

Rizal juga mengatakan, ketika terakhir kali mengunjungi Papua di tahun 2009, dia berpesan agar elit Papua mengubah kebiasaan buruk mereka, seperti terlalu banyak minum alkohol dan mabok termasuk pada hari kerja. Jika mereka tidak berubah, generasi muda Papua harus mengambil alih kalau tidak Papua tidak akan memiliki harapan.

“Walaupun itu kritik keras, saya kaget dapat tepuk tangan ribuan peserta,” ujar Rizal.

Dia juga mengatakan, sampai saat ini komunikasi antara dirinya dengan tokoh adat, intelektual dan pemuda Papua masih berlangsung. Mereka kerap berkunjung ke kediaman Rizal. Dari serangkaian pembicaraan dengan warga Papua itu, Rizal menyimpulkan bahwa rakyat Papua sangat mengharapkan perubahan kebijakan terhadap Papua.

“Dari pengalaman-pengalaman itu, saya optimis bahwa Papua akan tetap jadi bagian Republik Indonesia. Papua masih memiliki banyak harapan. Tetapi harus ada perubahan pendekatan yang penuh empati, manusiawi dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua,” ujar Rizal. [guh]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya