Berita

SBY Mulai Batasi Peran Boediono

SELASA, 05 APRIL 2011 | 17:06 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sadar akan kelemahan pemerintahannya yang belakangan ini semakin disoroti berbagai pihak baik di dalam maupun luar negeri, Presiden SBY telah melakukan perubahan besar.

Informasi yang diterima dari kalangan dalam mengatakan bahwa perubahan besar itu berkaitan dengan pemberian kewenangan yang lebih untuk Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa, dan sebaliknya, membatasi ruang gerak Wakil Presiden Boediono.

Juga disebutkan bahwa perubahan besar itu berlaku sejak awal April ini.

Misalnya, untuk menangani kebakaran kilang minyak milik Pertamina di Cilacap, Presiden memerintahkan Hatta Rajasa untuk memimpin penanganan pasca kebakaran. Kilang minyak milik Pertamina itu meledak pada Sabtu dinihari lalu (2/4). Minggu siang (3/4) Hatta Rajasa menggelar rapat yang sedianya dihadiri Menteri Negara BUMN dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun Menteri ESDM tidak hadir dalam rapat itu.

Akhirnya Menko Perekonomian mengunjungi Cilacap untuk mengawasi langsung. Adapun Menteri ESDM baru datang ke Cilacap menjelang tengah malam di hari Minggu itu.

Juga disebutkan bahwa pada prinsipnya Presiden SBY sangat memperhatikan semua kritik, yang disampaikan baik dari kalangan oposisi maupun pihak luar. Dalam beberapa pekan terakhir ini pemerintahan SBY mulai disoroti komunitas internasional.

Media massa Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, tanpa ragu menurunkan artikel mengenai kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks. Dalam dokumen itu disinggung sejumlah kasus dan penyelewengan kekuasaan yang melibatkan SBY dan orang-orang terdekatnya.

Menyusul pemberitaan Al Jazeera mengenai upaya sekelompok purnawirawan jenderal melakukan kudeta serta ketidaktegasan pemerintah dalam menghadapi agresivitas kelompok Islam garis keras.

Terakhir adalah artikel yang diturunkan Wall Street Journal yang mengatakan bahwa di bawah pemerintahan SBY yang telah berlangsung selama tujuh tahun, Indonesia mengidap penyakit gatal. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya