Berita

Taib Fassi Fihri/ist

Dunia

Republik Sahrawai Semakin Terkucil

SENIN, 04 APRIL 2011 | 20:45 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Republik Zambia telah menarik dukungan dan pengakuan terhadap Republik Demokratik Arab Sahrawi yang didirikan oleh kelompok separatis Maroko, Polisario.

Sikap tegas Zambia disampaikan Menteri Luar Negeri Zambia, Kabinga J. Pande, yang berbicara dalam jumpa pers di Rabat hari Sabtu (2/4). Dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Maroko Taib Fassi Fihri, Kabinga mengatakan bahwa keputusan menarik dukungan diambil tanggal 29 Maret lalu.

Kunjungan Kabinga ke Maroko dilakukan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang ekonomi, teknis dan budaya.

Selain Zambia, Papua Nugini juga menarik dukungan dari Republik Sahrawi. Penarikan dukungan itu diambil tanggal 30 Maret.

Hal itu dikatakan Menlu Maroko, Taib Fassi Fihri, dalam jumpa pers dengan Kabinga. Menurutnya, penarikan dukungan yang pernah diberikan Zambia dan Papua Nugini kepada Republik Sahrawi memiliki arti penting untuk menciptakan perdamaian yang abad.

“Dalam satu dekade terakhir tidak kurang dari 30 negara telah menarik dukungan dari apa yang disebut sebagai Republik Sahrawi, sebuah entitas yang sama sekali tidak memenuhi persyaratan hukum dan politik sebagai sebuah negara,” katanya.

Ini juga memperlihatkan bahwa dalam satu dekade terakhir komunitas internasional semakin memiliki cara pandang yang sama dalam menciptakan perdamaian di kawasan itu. Serta, tentu saja membuktikan bahwa proposal otonomi khusus yang disampaikan Maroko merupakan pemecahan masalah yang serius dan kredibel seperti diakui oleh Dewan Keamanan PBB.

Sampai hari ini tidak ada satu negara Eropa pun yang mengakui Republik Sahrawi. Sementara 35 negara Afrika, atau 2/3 dari total negara di benua itu telah menarik dukungan dari Republik Sahrawi. Selain itu, 12 negara anggota Forum Pasifik juga telah mencabut dukungan. Hal yang sama juga terjadi di Oseania dan hampir semua negara Asia. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya