Berita

Uya Kuya/ist

Publika

Saran untuk Penyuka Acara Uya Kuya

MINGGU, 27 MARET 2011 | 10:00 WIB

RMOL. Beberapa waktu lalu Majelis Ulama Indonesia Kota Dumai, Riau, mengimbau masyarakat setempat untuk tidak terhanyut menyaksikan program hiburan hipnotis "Uya Emang Kuya" yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta karena dinilai kurang memiliki etika moral.

Imbauan ini disampaikan karena acara tersebut sangat bertentangan dengan etika moral yang tersirat atau terkandung dalam ayat suci Al Quran, kata Ketua MUI Dumai Roza’i Akbar di Dumai. Menurutnya, program hiburan "Uya Emang Kuya" yang selalu tampil setiap hari mulai dari pukul 17.30 hingga pukul 18.00 tersebut secara terang-terangan membuka aib seseorang melalui "pukau" atau hipnotis sebagai salah satu keahlian Uya selaku host atau pembawa acara itu. Hal ini tentu sangat kita sayangkan karena acara tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai etis baik agama dan kebudayaan timur di Tanah Air.

Sejauh ini, memang belum tersiar kabar adanya aksi kecaman dari masyarakat atas acara "penyebar aib" itu. Namun, acara itu setidaknya telah merangsang gejolak para kaum ulama di Tanah Air. Sejauh ini, MUI memang belum mengeluarkan fatwa haram. Namun, kita meminta kepada masyarakat agar tidak terhanyut apalagi sempat menggemari acara ini.


Di samping itu, acara di atas juga bersifat pembohongan. Bagaimana tidak. Setelah si ‘korban’ dihipnotis dan dilihat orang secara beramai-ramai, si Uya Kuya mengatakan, kalau ‘korban’ keberatan tidak akan ditayangkan, atau ada bagian tertentu akan diedit. Tapi, itu toh hanya siasat Uya saja. Sebab, kenyataannya ‘korban’ telah menjadi bahan tontonan dan tertawaan orang banyak di sekelilingnya. Sungguh suatu bentuk penipuan murahan.

Selain itu, dari awal acara, Uya Kuya dalam menjerat calon ‘korbannya’ sering menggunakan cara yang tidak bermoral dan jauh dari etika kesantunan. Apalagi ditambah dengan mencolek atau bahkan memegang-megang korban, terutama kaum perempuan dan hal ini seperti halnya bentuk pelecehan yang keras.

Jadi, kesimpulannya acara Uya Kuya tidak mendidik, melakukan pembohongan publik, melakukan bentuk pelecehan, pengkondisian acara dan lain sebagainya hanya untuk mencari popularitas si Uya Kuya. Maka tidak mengherankan bila banyak kritikan pedas yang di alamatkan pada acara tersebut.


Linda Surachman, S.H.
Taman Cilandak, Lebak Bulus
Jakarta Selatan
linda_surachman@yahoo.com
 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya