Berita

Yusuf Supendi

Wawancara

WAWANCARA

Yusuf Supendi: Bongkar Borok Elite PKS Saya Diancam Dibunuh...

KAMIS, 24 MARET 2011 | 03:12 WIB

RMOL. Pembeberan data yang dilakukan pendiri PKS, Yusuf Supendi, membuat kalangan elite partai yang dikoman­doi Lutfi Hasan Ishaaq itu kebakaran jenggot.

Data terbaru, ada petinggi PKS menerima Rp 34 miliar dari bekas pejabat di negeri ini. Sedangkan se­belumnya Yusuf Supendi me­nye­butkan, ada dugaan peng­ge­lapan dana Pilkada Cagub DKI Jakarta Adang Daradjatun.

”Langkah saya untuk mem­bong­kar “kotak pandora” PKS ada­lah untuk memberantas keja­hatan dan moralitas para elite PKS, termasuk membongkar dana Rp 34 miliar dari bekas pe­jabat,’’ ujar Yusuf Supendi ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.


“Apa yang saya lakukan ini, tidak ada yang membekingi, tidak ada yang membiayai. Tujuan saya dalam rangka mem­be­rantas kejahatan-kejahatan dan moralitas mereka,’’ tambahnya.

Supendi meminta perlin­dung­an ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena me­rasa nyawanya terancam.

“Saya diancam dibunuh walau­pun secara tidak terus terang. Petinggi elite PKS itu melakukan an­­caman kekerasan yang bisa me­nyebabkan kehilangan nya­wa,” tandasnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa alasan Anda melaporkan beberapa petinggi PKS ke KPK?
Ini saya lakukan dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar dan ingin membedah kejahatan-ke­ja­hatan yang dilakukan para pe­tinggi PKS. Intinya, saya ingin me­ngembalikan PKS pada Man­haj (tujuannya).

Bagaimana dengan ancaman petinggi PKS mau melaporkan Anda ke polisi ?
Saya terima kasih kalau mereka melaporkan ke kepolisian, dengan syarat mereka harus melakukannya secara jantan.

Maksudnya?
Petinggi PKS menggugat saya secara pribadi. Artinya, tidak sebagai lembaga PKS. Apabila menggugat saya atas nama lem­baga, berarti itu banci.

Anda takut digugat secara lem­baga?
Sekalipun mereka menggugat atas nama lembaga, kata orang betawi “gue kaga bakalan ber­geser”. Silakan saja.

Apa saja yang dilaporkan ke KPK?
Saya tidak mau membeberkan apa yang sudah dibeberkan ke KPK, itu rahasia. Saya sepakat de­ngan orang KPK bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dipub­li­kasikan. Seperti surat sakti dan selusin saksi, itu urusan data.

Kenapa kasus ini dibawa ke KPK, bukan ke kepolisian?
Karena undang-undang Nomor 30 tahun 2002 pasal 11 tentang penyelenggara negara. Elite PKS pada saat itu penyelenggara negara.

Tidak takut dibilang men­coreng PKS dengan sikap Anda ini?
Saya sudah mengajak beberapa pengurus melakukan me­diasi untuk meng-clear-kan ma­salah ini. Tapi elite PKS meng­abai­­kannya, dan membiarkan ke­ja­hat­an demi kejahatan terus ter­jadi.

Masalah dana Pilkada DKI Jakarta?
Saya sangat tahu, bahwa uang itu Rp 76 miliar. Tapi saya me­nye­but Rp40 miliar ke media mas­sa. Sebab, yang dilakukan in­ves­tigasi oleh dewan syariah itu Rp 40 miliar. Jadi Rp 36 miliar itu saya tidak menyebutkan, wa­laupun saya tahu.

Bagaimana dengan poligami di PKS?
Perlu dicatat, saya bilang elite PKS melakukan poligami dengan segala permasalahan.  Perma­sa­lah­an poligami ada yang ber­masalah, tapi ada yang tidak ber­masalah. Saya tidak mau me­nga­takan poligami bermasalah.

Langkah Anda ini dinilai ada yang menunggangi, apa benar begitu ?
Kalau saya dinilai ditunggangi se­seorang, itu namanya su’uzon. Ba­hasa hukumnya prasangka pal­su. Itu tidak etis.

Apa langkah Anda selan­jut­nya?
Saya sudah memiliki tiga tim pengacara. Tim akan mem­per­siap­kan pe­ngaduan sengketa partai ke Mah­kamah Konstitusi.   [RM]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya