Berita

Inilah Raja Muda yang Memperkuat Pondasi Reformasi

MINGGU, 13 MARET 2011 | 19:39 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Raja Muhammad VI mengambil jalan yang berbeda. Kebanyakan pemimpin negara di kawasan Timur Tengah menghadapi gelombang demonstrasi beberapa waktu terkahir ini dengan kekerasan, seperti yang sempat terjadi di Mesir, Yaman, Aljazair, Bahrain, dan terutama Libya, atau turun meninggalkan gelanggang seperti yang dilakukan Ben Ali dari Tunisia dan Hosni Mubarak dari Mesir. Adapun Raja Muhammad yang masih terbilang belia, 47 tahun, malah memperkuat pondasi reformasi Maroko yang sebetulnya sudah dimulai sejak 1997.

Pekan ini dunia kembali menyaksikan komitmen Muhammad VI yang begitu kuat pada demokrasi. Ia mengumumkan amandemen konstitusi kerajaan yang telah berdiri sejak abad kedelapan itu hari Rabu lalu.

Sebagian besar rakyat Maroko menyambut positif amandemen itu. Namun demikian tetap ada saja kelompok yang merasa amandemen itu tidak substansial dan tidak merupakan bagian dari kepentingan mereka (kelompok penentang).

Kelompok radikal Islam, Al-Adl wa ‘l-lhasan, misalnya. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kelompok ini sejak lama berusaha menumbangkan kerajaan dan menggantinya dengan apa yang mereka pahami sebagai pemerintahan Islam. Kelompok pemberontak dan separatis Polisario yang sejak pertengahan 1975 mengaku menjadi pemilik yang sah wilayah di selatan Maroko, juga tak menyambut gembira. Aljazair, negeri tetangga Maroko yang selama ini mendukung Polisario, pun bersikap sama sinisnya.

Dalam pidatonya, Raja Muhammad VI mengatakan bahwa amandemen Konstitusi itu akan mengurangi kekuasaannya di hadapan Parlemen Maroko yang dihasilkan dari pemilihan umum langsung. Prinsip pemisahan kekuasaan akan semakin diteguhkan, sementara perlindungan hak individual akan semakin diperkuat. Kekuasaan pemerintah daerah pun semakin besar mengikuti kebijakan regionalisme yang selama beberapa tahun terakhir telah diinisiasi.

Cabang yudikatif yang selama ini berada di bawah eksekutif akan dinaikkan derajatnya, dan diletakkan berdampingan dengan eksekutif. Sementara Perdana Menteri tidak lagi ditunjuk raja dari pemenang pemilu dan memiliki hak yang semakin besar terhadap kekuasaan eksekutif.

Raja Muhammad VI memang kerap membuat mata pengamat politik Timur Tengah terbelalak. Tahun 1999 sesaat setelah dinobatkan sebagai raja, ia mengundang tokoh-tokoh oposisi yang berada di luar negeri dan pengasingan untuk kembali ke Maroko. Ia pun memberikan kesempatan kepada kelompok oposisi untuk ikut dalam pemilihan umum. Pemerintahan Youssofi beberapa tahun lalu adalah pemerintahan koalisi oposisi pertama di Maroko sejak negara itu melepaskan diri dari cengkeraman Prancis dan Spanyol.

Dalam amandemen ini, bahasa Amazigh milik suku Barber juga akan dinaikkan derajatnya menjadi salah satu bahasa resmi di negara itu di samping bahasa Arab. Sudah sejak beberapa tahun terakhir pemerintah Maroko mempromosikan penggunaan bahasa dan aksara Amazigh dalam kehidupan masyarakat Maroko.

Amandemen konstitusi ini juga memuat pembentukan badan-badan regional melalui pemilihan umum. Badan-badan inilah yang nantinya akan mengontrol dan mengawasi gubernur yang diangkat raja. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya