Berita

Dunia

Eropa Belum Dukung Zona Larangan Terbang di Atas Libya

SABTU, 12 MARET 2011 | 16:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat (AS) akan mengambil berbagai tindakan untuk memastikan Moammar Khadafi menyerahkan kekuasaannya. Pernyataan AS itu bersamaan dengan sikap senada Uni Eropa (UE) yang meminta pemimpin yang pernah dicap sebagai pendukung terorisme internasional itu mundur dari kekuasaan total yang digengamnya 42 tahun.

Kemarin, para pemimpin Uni Eropa bertemu di Brussels untuk "memeriksa semua opsi yang diperlukan" untuk melindungi penduduk sipil di Libya. Tapi mereka tidak memasukkan zona larangan terbang di atas Libya dalam komunike akhir mereka. Padahal, zona larangan terbang akan mencegah pasukan Khadafi melancarkan serangan dari udara, yang merupakan satu-satunya keuntungan dari mereka saat ini.

Seperti diberitakan BBC, Perancis menjadi negara pertama yang mengakui kepemimpinan pemberontak Libya sebagai pemerintahan yang sah di negeri sumber minyak dunia itu. Sementara, sikap anggota lain dari Uni Eropa masih belum ditentukan. Seorang wakil pemberontak Libya di timur Benghazi, Mustafa Gheriani, memperkirakan, anggota Uni Eropa lainnya akan segera mengikuti langkah Sarkozky itu.


Pemimpin Inggris dan Perancis menginginkan 27 pemimpin Uni Eropa menyusun rencana membantu pemberontakan Libya, termasuk kemungkinan menerapkan zona larangan terbang yang hingga kini masih minim dukungan.

Para pemberontak Libya dikabarkan telah merebut bagian timur negeri penghasil utama minyak dunia itu dalam pemberontakan yang terinspirasi revolusi di Mesir dan Tunisia.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya