Berita

Mampukah SBY Buktikan Informasi Kedubes AS Cuma Pepesan Kosong?

SABTU, 12 MARET 2011 | 09:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pemberitaan The Age dan Sydney Herald Morning yang membeberkan data rahasia Kedubes AS tentang kebobrokan Istana Negara sebaiknya tidak disikapi dengan kepanikan dan serangan balik dari pemerintah RI.

"Dua surat kabar Australia ini  merupakan dua surat kabar  yang punya reputasi sangat baik dan biasanya informasinya sangat dipercaya dan tidak mudah membuat berita tanpa ada data yang kuat sebagai dasar dari pemberitaannya," terang Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring, Munatsir Mustaman, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Sabtu, 12/3).

Dia menyayangkan reaksi pemerintah yang menyalahkan atau terlalu cepat membantah informasi dari Wikileaks yang diberitakan oleh kedua surat kabar Australia itu. Apalagi tuduhannya menyangkut tindakan korupsi dan kehidupan demokrasi. Dalam kasus ini, yang terpenting dilakukan adalah investigasi hukum untuk buktikan Indonesia bukan negara terkorup.


"Kami sarankan juga DPR sebaiknya segera membentuk Pansus untuk menelusuri pemberitaan miring dua surat kabar Australia agar ada rasa keadilan bagi SBY dan Ani Yudhoyono jika memang berita itu hanya pepesan kosong," harapnya.

Selain DPR, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan harus menelusuri ulang dan menyeluruh rekening-rekening keluarga SBY dan Ketua MPR Taufik Kiemas yang disebut juga dalam laporan kawat diplomatik itu.

Terutama SBY yang mengklaim pro pemberantasan korupsi harus berani mengungkap secara terang benderang dugaan korupsi yang dilakukan istri dan keluarganya serta lingkaran dalamnya..

"Kami mengimbau kepada masyarakat, mahasiswa dan elit politik yang concern dengan Indonesia bersih dari korupsi  untuk sama sama aktif melakukan kontrol dan mendesak aparat hukum seperti KPK, Kejaksaan dan PPATK untuk berani melakukan investigasi tentang pemberitaan dua surat kabar Australia," paparnya.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya