Berita

George Toisutta

Wawancara

WAWANCARA

George Toisutta: Empat Tahun Lagi Kita Harus Juara Dunia

SABTU, 12 MARET 2011 | 02:46 WIB

RMOL. George Toisutta angkat bicara soal kursi Ketua Umum PSSI yang kini masih diduduki Nurdin Halid. Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menegaskan, dia sama sekali tidak pernah mencalonkan diri untuk menjadi orang nomor satu di organisasi persepakbolaan nasional di itu.  

“Saya sejak dari dulu tidak pernah mencalonkan diri tapi teman-teman saya yang selalu mendorong. Mereka adalah teman main sepakbola yang ber­main bola saat di junior. Mereka bilang, “Kamu maju George, kira-kira untuk PSSI kamu bisa,” kata Goerge.

Dia menjelaskan, niatnya men­jadi Ketua Umum PSSI adalah untuk memajukan organisasi tersebut agar bisa berprestasi di tingkat dunia.


Berikut  petikan wawancara Rakyat Merdeka dengan George.

Anda ingin sekali menjadi Ketua Umum PSSI, apa hara­pan Anda untuk sepakbola In­do­nesia?
Indonesia memiliki sejarah prestasi sepakbola yang bagus, saya ingin mengembalikan ke­jayaan sepakbola masa lalu.

Caranya?
Salah satunya dengan pembi­naan bibit-bibit pemain muda agar bisa berkembang lebih baik. Kita sudah mulai membuka seko­lah sepakbola sejak usia dini. Sekarang saja (Kodam) Siliwangi membuat enam lapangan sepak­bola baru.

Apakah targetnya agar tim nasional Indonesia masuk Piala Dunia?
Semalam ada diskusi dari pemain senior, mereka mengata­kan, kita jangan bermimpi men­jadi juara dunia (dalam tanda kutip). Namun, ada sebagian yang bilang bahwa kita harus jadi juara dunia dalam empat tahun ke depan. Juara dunia itu ada usia 14 tahun, 12 tahun dan 17 tahun. Kita akan memulai dari usia paling dini.

Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo menyebutkan, empat calon Ketua Umum PSSI kemarin tidak bisa men­calonkan diri lagi. Tangga­pan Anda?
Saya mengajarkan perwira saya untuk tidak boleh membuat penilaian sekejap. Jadi, kalau ada satu kasus, jangan menilai kasus itu bila kita belum mengerti latar belakang kasus itu. Kenapa kasus itu terjadi dan dampaknya ke depan, kita harus tahu itu semua. Nah, pernyataan Iibu ini saya belum tahu. Saya tidak boleh membuat pernyataan sekejap. Apabila Ibu Rita pulang, nanti kita akan berbicara.

Ada isu, TNI AD membiayai demo anti-Nurdin. Tentang hal itu?
Daripada membiayai demo anti-Nurdin, lebih baik saya menggunakan uang saya untuk prajurit TNI. Coba kita lihat asrama Angkatan Darat, kondisi­nya sangat memprihatinkan, atap rumahnya sudah miring ke kanan, ke kiri, dan mulai bocor. Lebih baik saya gunakan uang saya untuk memperbaiki kondisi itu. Itu jawaban orang cerdas dan jawaban orang yang berpikir po­sitif. Jangan kita terbawa omo­ngan orang yang sangat cerdas dan berpikiran sangat positif, karena kalau sudah ter- itu tidak bagus.

Anda akan menempuh jalur hukum atas  tuduhan tersebut?
Nanti kita lihat perkem­bangan­nya saja. Kalau mereka melaku­kan lagi, kita akan menempuh jalur hukum.

Soal lain. Ada keraguan, Indo­nesia belum mampu men­ciptakan industri pertahanan secara mandiri. Menurut Anda?
Ini ada keraguan dari anak bangsa sendiri. Sebenarnya kita mampu untuk bisa menciptakan alat pertahanan secara mandiri. Bila kita lihat di luar negeri, ahli-ahli di luar adalah anak Indone­sia. Tapi, kita harus akui bahwa untuk produk massal, kita belum mampu. Tapi, untuk contoh produk pertahanan dalam negeri yang sudah kita buat, kita guna­kan sendiri.

Bagaimana dengan keama­nan daerah perbatasan?
Kita mengembangkan pesawat tanpa awak untuk daerah perbata­san dan itu buatan anak bangsa sendiri, pesawat itu sedang kita ujikan saat ini. Untuk itu, kita patut berbangga dan jangan selalu menganggap pesawat-pesawat tempur kita hasil pembelian dari luar negeri terus.

Bagaimana dengan produk pesawat tersebut?
Produk ini dikembangkan untuk keperluan kedaulatan bangsa dan hasil produk pertaha­nan itu bagus kualitasnya, tidak kalah dengan buatan luar negeri. Kita akan mengawasi langsung secara khusus.   [RM]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya