Berita

khaddafi/ist

Dipastikan, Polisario Ambil Bagian dalam Revolusi Libya

MINGGU, 06 MARET 2011 | 22:13 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kelompok separatis Polisario dipastikan ambil bagian dalam revolusi di Libya. Anggota Polisario dilibatkan pemerintahan Moammar Khaddafi untuk menghadapi kelompok penentang pemerintahannya.

Khaddafi telah berkuasa di negara itu selama 42 tahun. Sistem politik yang dia bangun tidak memiliki padanan dengan sistem politik di negara manapun di muka bumi ini. Ia bukan presiden, bukan perdana menteri, bukan juga raja. Namun yang jelas, kekuasaannya sangat besar dan bisa dikatakan tidak terbatas. Negara-negara barat selama ini cenderung bermain di dua kaki. Mengecam otokrasi Khaddafi di satu sisi, namun di sisi lain memberikan dukungan dengan imbalan minyak Libya.

Keikutsertaan anggota Polisario disampaikan mantan menteri imigrasi Libya, Ali Errichi, yang berbicara di Washington DC hari Jumat lalu.

"Jurubicara Dewan Transisi Nasional yang juga mantan menteri kehakiman, Mustapha Abdeljalil Boudjaj, mengecam tentara bayaran yang menginfiltrasi Libya yang terdiri dari orang-orang Mali, Nigeria dan sayangnya juga dari Polisario,” ujar Errichi kepada wartawan.

Seperti Boudjaj, Errichi kini berada di seberang Khaddafi. Mereka berusaha sekuat mungkin mengakhiri kekuasaan mantan atasan mereka itu.

Errichi mengatakan, dirinya sangat kecewa mengetahui kenyataan bahwa Polisario yang selama ini mengaku berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan juga melibatkan diri dalam plot pembantaian rakyat Libya.

Dalam kaitan itu, dia menyerukan kepada pemimpin-pemimpin di kawasan itu untuk mencegah kehadiran tentara bayaran di Libya yang digunakan dengan mudah oleh Khaddafi. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya