Berita

hotma sitompul/ist

Hotma Sitompul: Yunus Husein Tidak Tahu Malu Jerumuskan Basrief Arief!

SABTU, 05 MARET 2011 | 13:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Kejaksaan Agung belum bisa menarik aset Gayus Tambunan, yang diduga berada di empat negara. Alasan Jaksa Agung Basrief Arief, penarikan itu belum bisa dilakukan, karena Mutual Legal Assistance (MLA) atau perjanjian dengan negara-negara tersebut, masih dibahas di Kementerian Hukum dan HAM.

Kasus ini memang masih jadi misteri. Pertama, Basrief tidak mau menyebutkan empat negara yang dimaksud. Ketika ditanya, berapa jumlah aset suami Milana Anggareni yang terdapat di empat negara itu, Basrief pun mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Dia juga tak mau menyebutkan, apakah aset Gayus di luar ne­geri itu berbentuk uang tunai, logam mulia atau lainnya. Namun, ia memastikan, aset Gayus di negara-negara itu di luar harta sebesar Rp 28 miliar dan Rp 74 miliar.

Tapi, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein pada 11 Februari 2011 menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan empat negara, yakni Singapura, Macau, Malaysia, dan Amerika Serikat. Yunus pun mengaku sudah berkirim surat kepada Jaksa Agung dan Kapolri untuk membuat MTA dengan negara-negara itu.


Kuasa hukum Gayus, Hotma Sitompul, mengatakan, keterangan PPATK soal aset Gayus berada di empat negara itu merupakan suatu kebohongan. Dan, Jaksa Agung, menurut Hotma, tengah dijerumuskan oleh Yunus Husein.

"Jaksa Agung dikasih tahu PPATK, ada harta Gayus di empat negara. Kalau tidak terbukti kan yang malu Jaksa Agung. Padahal Yunus Husein yang tidak tahu malu itu ngomong enggak ada bukti," tegasnya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Sabtu (5/3).

Sebelumnya PPATK juga menyebut Gayus sebagai pengusaha SPBU, tapi setelah tak terbukti, Yunus melemparkan kesalahan pada Jaksa Agung.

"Yunus seperti menjerumuskan Jaksa Agung," tukas Hotma.

Jika benar aset bernilai milia­ran hingga triliunan rupiah itu ada di sejumlah bank di empat negara, Hotma menyatakan siap mem­bantu pemerintah membuka ak­ses aset tersebut.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya