Berita

RESHUFFLE KIB II

Golkar dan PKS, Depan Bisa Belakang Bisa?

JUMAT, 04 MARET 2011 | 13:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Golkar dan PKS sebaiknya menarik kader-kadernya di kabinet terlebih dahulu sebelum SBY melakukan reshuffle agar Golkar dan PKS tidak disebut rakyat seperti "partai bencong".

"Agar Golkar dan PKS tidak disebut partai bencong, alias ACDC, depan bisa belakang bisa,," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring, Munatsir Mustaman, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (4/3).

Lebih dari itu, keberanian Golkar dan PKS diharapkan agar tidak terjadi pemerintahan yang otoriter di bawah SBY. Sekaligus,menjaga iklim demokrasi di Indonesia karena berkoalisi bukan berarti melarang kritik dari dalam. Keuntungan bagi Golkar dan PKS jika keluar dari koalisi adalah mendapatkan simpati dari rakyat. Langkah itu juga mendidik rakyat bahwa pemerintahan SBY takut mengusut tuntas mafia perpajakan yang telah banyak merugikan negara selama ini .


"Selain itu rakyat akan menilai bahwa selama ini dalam kasus Mafia Pajak yang dilakukan Gayus Tambunan yang konon melibatkan perusahaan Ketua Umum Golkar  adalah tidak benar," ucapnya.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya