Berita

NEGARA GAGAL

Lebih Parah Jika Indonesia Dicap Negara Gagal Oleh Rakyat Sendiri!

KAMIS, 03 MARET 2011 | 15:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Memang mengerikan kalau Indonesia dilabeli sebagai negara gagal oleh dunia internasional. Tapi akan lebih mengerikan kalau Indonesia dianggap negara gagal oleh rakyatnya sendiri.

Demikian disampaikan pengamat politik senior, Muhammad AS Hikam. Mantan Menrsitek era Presiden Abdurrahman Wahid ini merespon analisa para akademisi dan pengamat politik tentang ancaman negara gagal menimpa Indonesia.

"Saya berpikir, masih jauh untuk internasional mengatakan Indonesia sebagai negara gagal. Secara hitungan internasional masih banyak negara yang lebih gagal dari Indonesia seperti di Benua Afrika," ujarnya.


Tapi Hikam mengakui, Indonesia sedang berjalan menuju jurang kegagalan dan akan jatuh gagal kalau manajamen pemerintahan tidak efektif karena tersandera sistim politik yang didominasi partai politik.

Menurutnya, pemerintah yang tersandera partai politik terbukti tidak mampu menjalankan demokrasi sepenuhnya. Padahal, Indonesia terus membanggakan dirinya sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Salah satu prinsip demokrasi adalah penegakan HAM. Jika saja semua pemerintah daerah mengikuti Pemda Jawa Timur yang menerapkan Perda pembekuan Jamaah Ahmadiyah Indonesia, maka pemerintah berpotensi diseret ke Mahkamah Internasional. Indonesia dicap gagal menegakkan HAM.

"Dalam kasus Ahmadiyah dan perlindungan minoritas, itu tidak berjalan. Yang terjadi adalah impunitas dalam beberap kasus. Di Mahkamah Internasional kredibilitas pemerintah bisa hancur," tegasnya.

Ditambahkan Hikam, persoalan kedua yang dapat menyeret Indonesia menjadi negara gagl adalah persoalan kesenjangan sosial dan pengangguran, meskipun tidak separah penegakan HAM. Ketiga, di dalam pembangunan infrastruktur, Indonesia bukan semakin baik tapi memburuk.

"Negara ini mungkin belum gagal tapi stagnan. Yang salah di republik ini adalah manajemen pemerintahan dan partai politiknya. Reformasi jilid kedua seharusnya perbaiki manajemen pemerintahan dan reformasi partai politik," tegasnya.

"Akan lebih parah kalau pemerintah Indonesia dikatakan gagal oleh rakyatnya sendiri karena gagal mewujudkan cita-cita pembukaan UUD 45, melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dan menjamin kesejahteraan umum serta membantu perdamaian yang abadi," tuturnya.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya