Berita

Mengapa SBY Lebih Mikirin Koalisi dan PSSI daripada Rakyat yang Gantung Diri

KAMIS, 03 MARET 2011 | 15:21 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Bunuh diri yang dilakukan pasangan suami-istri dari Kepulauan Riau, Saari (44) dan Sugiarti (39), mengokohkan reputasi pemerintahan SBY-Boediono sebagai rezim yang tak memperdulikan rakyat memilih mati bunuh diri, karena dipaksa tak memiliki kemampuan ekonomi.

Kebijakan ekonomi rezim SBY-Boediono, yang hanya memperhatikan nasib pelaku usaha lapisan atas dan perusahaan asing, menimbulkan depresi ekonomi yang membuat masyarakat bawah gelisah. Banyak warga masyarakat yang tak sanggup menghadapi tingkat kesulitan hidup, dan akhirnya memilih jalan bunuh diri untuk mengakhiri penderitaan di negeri yang sangat kaya ini.

Fenomena Saari dan Sugiarti, antara lain, adalah buktinya.

Saari dan Sugiarti ditemukan tak bernyawa setelah menggantung diri di kediaman mereka di Jalan Sulaiman Abdullah Gang Senyum, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kemarin (Rabu, 2/3). Mereka ditemukan pihak keluarga pada pukul 09.30 WIB dengan kondisi mengenaskan dan mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan, pasangan itu menggantung diri empat hari lalu. Menurut tetangga Saari pernah mengeluh kesulitan ekonomi untuk mengobati istrinya yang mengalami stroke sejak dua tahun lalu.

“Tragedi yang seakan telah menjadi metode rakyat untuk keluar dari persoalan hidup, tidak pernah dibahas dalam rapat-rapat kabinet. Presiden Yudhoyono hanya sibuk menyoal Setgab koalisi demi keselamatan kursi kekuasaan diri dan partainya. Atau berkutat bagaimana menguasai PSSI yang menjanjikan kerumunan massa yang besar,” kecam aktivis prodemokrasi Adhie Massardi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 3/3).

Adhie yang juga Jurubicara Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mengajak semua kelompok masyarakat sipil mengevaluasi rezim, yang menurutnya, sudah terlalu sering absen di tengah persoalan yang dialami rakyat Indonesia. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya